Dalam kesempatan ini, ada 10 robot yang diboyong oleh tim yang diketuai oleh Yusrilla Kerlooza, dosen sekaligus pendiri dan pembimbing tim robotika Unikom. Setiap tahunnya, robot-robot buatan tim robotika Unikom ini selalu mencuri perhatian negara-negara lain yang ikut dalam kompetisi bergengsi ini.
"Robot kita sering dianggap aneh sama mereka (peserta dari negara lain). Selain bentuknya, material yang digunakan juga bukan material yang biasanya dipakai," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti robot yang mereka namakan KARAT. Robot ini memanfaatkan mainan bekas dan batang besi dari rak kursi lipat kuliah yang tidak terpakai lagi. Untuk kontroler KARAT menggunakan stik playstation bekas yang tidak terpakai.
"Frame dari mainan bekas, seperti biasanya. Diperkuat batang besi dari copotan rak di kursi lipat yang dilas secara amatiran. Terimakasih kepada Gubernur Jabar yang telah mengalokasikan dana untuk alat las, selain CNC, mesin bubut mini dan lain-lain," tuturnya.
Tim yang bermarkas di basement kampus Unikom, Jalan Dipatiukur ini seringkali memanfaatkan material yang tidak terpakai bukan karena tidak ada dana, tapi mereka justru berusaha membuat inovasi dengan material yang ada dan menghasilkan karya yang dapat acungan jempol.
Tahun sebelumnya, tim ini berhasil menggondol juara pertama di ajang RoboGames. Robot yang ditandingkan juga memiliki keunikan karena ada yang menggunakan material kayu.
(afz/eno)