Hingga saat ini, Biro Survei dan Pemetaan China mengaku belum menerima dokumen pengajuan dari Google untuk tetap menawarkan kedua layanannya.
Padahal, seperti dikatakan juru bicara biro Kou Jingwei, ini adalah peraturan wajib di China. Sementara itu, juru bicara Google untuk China, Jessica Powell, menolak berkomentar soal pengajuan perusahaannya ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, Baidu, mesin pencarian lokal yang menjadi kompetitor Google di China, kini mulai melebarkan sayapnya di pangsa pasar dunia. Tak hanya itu, Google juga sebelumnya sudah membuat pemerintah China merasa tidak senang karena menuduh adanya sensor lokal yang sengaja mengganggu layanan emailnya.
"Google menghadapi masalah besar di China. Kecuali mereka bersedia meminta maaf kepada pemerintah China, mengubah cara mereka beroperasi dan bekerjasama memberlakukan sensor sesuai keinginan pemerintah setempat. Jika tidak, maka tidak akan ada kesepakatan diantara keduanya," kata pengamat Christopher Tang, Profesor Administrasi Bisnis dari University of California, Los Angeles, Amerika Serikat.
Menurutnya, perselisihan baru diantara keduanya memperlihatkan bahwa pemerintah China belum memaafkan keputusan Google yang membangkang pada aturan sensor pada pencarian internet.
(rns/fyk)