Pembuatnya ternyata adalah lembaga keagamaan bernama Exodus International, sesuai dengan nama aplikasi. Mereka memang berkiprah dengan misi 'membebaskan kaum homoseksual melalui doa dan terapi' dan mulai menjual aplikasinya di App Store sejak 15 Pebruari lalu.
Keberadaan aplikasi Exodus International ternyata menimbulkan kontroversi. Bahkan, sekitar 150 ribu orang menandatangani sebuah petisi online yang meminta agar Apple menghapus aplikasi bersangkutan dari App Store.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apple agaknya memperhatikan protes itu. Perusahaan yang dipimpin Steve Jobs ini telah menghapus aplikasi Exodus International dari App Store. Apple sendiri tidak berkomentar apapun, namun penghapusan aplikasi telah dikonfirmasi oleh Exodus International.
"Sudah resmi bahwa aplikasi kami tidak ada lagi di App Store. Ini sangat mengecewakan," tulis Alan Chambers dari Exodus International, seperti lansiran CBS yang dikutip detikINET, Jumat (25/3/2011).
Sedangkan aktivitis dunia gay sepertinya belum puas karena Apple tak memberi komentar apapun. Mereka berencana tetap menggelar petisi online untuk menekan Apple memberikan komentar resmi yang menyatakan bahwa aplikasi penyembuh gay adalah terlarang di App Store.
Β
(rou/rou)