Ya, beberapa staff SEC tertangkap basah sering membuka dan men-download konten cabul di kantor. Parahnya, kelakuan ini terjadi di 7 kantor regional SEC sekaligus, yang artinya cukup banyak pekerja SEC hobi utak-atik porno.
Investigasi yang dilakukan aparat terkait mengungkap bahwa sedikitnya 33 pekerja SEC melihat website berbau seks di komputer milik pemerintah. Beberapa di antaranya adalah karyawan senior dengan gaji tinggi, sampai dengan USD 200 ribu per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sungguh mengecewakan ketika seseorang yang seharusnya bekerja untuk kita malah menghabiskan waktu menyenangkan dirinya sendiri di kantor," ucap Kevin Evans, pengacara yang terlibat mengungkap masalah itu.
Memang ada sanksi tertentu yang diberikan untuk para karyawan yang terlibat, namun tidak sampai taraf pemecatan. Hal ini juga membuat Evans kecewa karena hukuman yang diberikan dipandang kurang berat.
(fyk/rns)