Program ini diadaptasikan dengan laptop yang saling terkoneksi hingga menciptakan bunyi tetabuhan khas perangkat gamelan Jawa. Namun hanya alat musik kendang yang belum diadaptasikan melalui program tersebut.
"Pasalnya, suara kendang tidak mudah diadopsi secara digital. Kami masih
berusaha membuat program tersendiri untuk suara kendang," terang Subagyono, Gangsar Wahyudi dan Trimaryono yang merupakan tim IT SMP Negeri 1 Lumajang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
oleh 15 siswa lainnya.
Jika mendengar dan melihat sendiri bagaimana para siswa ini memainkan tembang Jawa, orang pasti mengira mereka sudah cukup lama menekuni gamelan digital ini. Tim IT SMP Negeri 1 Lumajang mengungkapkan siswa siswi mereka hanya berlatih selama enam bulan saja. Wah, menarik ya!Β
(rns/rns)