Hilangnya data pelanggan ini sejatinya bukanlah murni kesalahan pihak McDonald's. Sebab, data yang seharusnya tidak untuk konsumsi publik tersebut tengah berada dalam penanganan partner McDonald's -- Arc Worldwide -- yang memang bertugas khusus untuk mengelola data pelanggan.
Naas, database perusahaan tersebut dilaporkan telah dibobol cracker. Data-data sensitif di dalamnya pun dicuri. Tidak disebutkan memang berapa banyak data yang telah dicolong dan data dari negara mana yang diambil selain pasar Amerika Serikat. Namun tetap saja, hal ini cukup membuat restoran fast food itu berurusan dengan pihak berwajib.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Data-data terbatas itu seperti umur, cara untuk mengontak pelanggan, dan informasi umum lainnya," kilah sang juru bicara, dikutip detikINET dari PC World, Senin (13/12/2010).
Tak lupa, ia juga meminta kepada para pelanggan McDonald's untuk tenang. Dan jangan ragu untuk menghubungi kontak resmi McDonald's jika ada pihak yang menghubungi mereka dan mengatasnamakan restoran yang memiliki icon bernama Ronald McDonald's tersebut.
"Jika ada pihak yang menghubungi Anda dan mengaku dari McDonald's serta menanyakan soal data pribadi atau informasi keuangan, jangan meresponsnya. Lebih baik langsung mengontak nomor resmi kami," pungkasnya. (ash/eno)