Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Tokyo
Ramah Lingkungan, Cartridge Bekas Menjadi Pulpen
Laporan dari Tokyo

Ramah Lingkungan, Cartridge Bekas Menjadi Pulpen


- detikInet

Tokyo - Dua buah pulpen bertuliskan Epson yang diterima detikINET sekilas tampak biasa. Namun ada cerita menarik di balik pembuatan pulpen tersebut.

"Pulpen yang tengah Anda genggam, merupakan salah satu produk hasil daur ulang cartridge," kata pemandu booth Epson di ajang Eco Product Exhibition (EPE) 2010 yang digelar di Tokyo Big Sight Convention Centre, Odaiba, Tokyo.

Sebagai salah satu peserta EPE, Epson memanfaatkan kehadirannya di sana untuk mengumpulkan cartridge bekas. Di hampir setiap sudut ruang pameran teknologi bertema lingkungan terbesar di Jepang itu, tampak kotak pengumpul cartridge bekas yang siap menampung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah bagian dari program daur ulang cartridge yang dinamakan Satogaeri Project yang dilakukan Epson bersama produsen printer lainnya yaitu Brother, Canon, Dell, Hewlett-Packard dan Lexmark," terang pemandu booth Epson itu.

Proyek yang dimulai pada 2008 itu merupakan salah satu bentuk kontribusi Epson dalam kepedulian lingkungan. Setelah berhasil mengumpulkan 1,3 juta cartridge yang diklaim mampu mengurangi 52 ton CO2, Epson menargetkan bisa mengumpulkan 1,8 hingga 2 juta cartridge bekas.

Tak sekedar proyek ramah lingkungan, Satogaeri Project juga memiliki cerita
menarik lainnya karena proses daur ulang cartridge bekas dikerjakan oleh para pegawai dengan keterbatasan fisik, sehingga membuka lapangan pekerjaan bagi mereka.

Program ini juga berkontribusi terhadap salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNEP (United Nations Environment Programme) karena setiap cartridge yang dikumpulkan dihargai tiga yen untuk donasi.

Sebelumnya, dalam sebuah konferensi pers di hotel Nikko, Tokyo, Executive
Officer Epson Akihiko Sakai kepada wartawan menyebutkan akan memperluas Satogaeri Project ke kota-kota besar di wilayah Asia. Namun Sakai tak mengungkapkan kapan waktu persisnya. (rns/fyk)







Hide Ads