Penelitian yang dilakukan situs knowthenet.org.uk di Inggris ini berusaha untuk lebih memahami profil dari korban penipuan online unutk membangun sebuah gambaran dari ciri-ciri orang yang menjadi korban. Pakar keamanan di situs tersebut mulanya melakukan eksperimen yang melibatkan lebih dari 2.000 konsumen online.
Tesnya sendiri berkisar mulai dari mengidentifikasi halaman palsu untuk menguji begaimana tindakan penipuan seperti penjualan barang palsu secara online.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip detikINET dari Guardian, Kamis (12/11/2010), sebanyak enam dari tujuh tes yang dilakukan, konsumen yang paling banyak mengalami kegagalan adalah wanita pekerja dengan rentang usia 25-34 tahun.
"Ketika Anda berada dalam kenyamanan berinternet baik di rumah maupun kantor kemudian mendapatkan email yang meminta informasi pribadi dari bank atau seorang kawan di Facebook, Anda pasti tidak mudah curiga," kata psikolog Anjula Mutanda.
Di Inggris sendiri, penipuan online telah mempengaruhi aktivitas 1,8 juta orang setiap tahunnya.
"Penipu menjadi lebih licik dalam menargetkan korban yang terus berganti-ganti. Para pengguna biasanya diarahkan ke situs palsu yang terlihat mirip dengan aslinya kemudian mereka diminta untuk menuliskan data pribadi," tukas Peter Woods selaku pakar keamanan di knowthenet.org.uk. (feb/ash)