Bermitra dengan Foursquare, perusahaan fast food skala raksasa tersebut terbukti berhasil meningkatkan penjualan mereka. Dalam sehari tercatat pengunjung McDonalds meningkat sebanyak 33 persen secara global.
Dilansir detikINET dari Econsultancy, Senin (20/9/2010), McDonalds dilaporkan telah mengubah model kampanye komersial terbaru mereka, dengan memanfaatkan media sosial berbasis lokasi. Pada konferensi internasional bertajuk Mobile Social Communications, perusahaan tersebut menceritakan awal kisah keberhasilan kampanye komersial mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan mengambil momentum tersebut, pengunjung McDonalds langsung naik 33 persen pada hari itu juga. Tercatat sekitar 600.000 orang telah mem-follow situs-situs media sosial brand besar tersebut setelahnya. Permasalahannya berapa biaya yang dikeluarkan McDonalds untuk menjalankan kampanye tersebut?
McDonalds Cuma Kucurkan Dana Rp 9 Jutaan
Bagi perusahaan skala raksasa seperti McDonalds, kampanye berbasis media sosial seperti ini terbukti sangat efisien. Pasalnya mereka hanya mengeluarkan dana USD 1.000 atau hanya sekitar Rp 9 Jutaan.
Banyak perusahaan lain mungkin belum berpikir seperti McDonalds dalam hal pemanfaatan media sosial di internet. Beberapa dari mereka masih lebih memilih menghabiskan jutaan dollar untuk memasang iklan pada media atau billboard besar di jalan raya.
Walau masih terdapat banyak perdebatan terkait banyaknya pengguna remoter (check-in virtual alias tidak benar-benar berada di lokasi) pada hari tersebut, setidaknya McDonalds tetap mendapat keuntungan dari sisi brand image. Inilah salah satu contoh efisiensi kampanye dengan media sosial.
(fw/ash)