Situs yang baru akan resmi diluncurkan bulan depan ini dilaporkan telah berhasil menggaet 5.000 anggota baru pada masa uji coba. Seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (27/8/2010), nantinya situs itu akan terbuka bagi siapa saja dan tidak mengizinkan penggunanya untuk mengunduh konten yang tidak senonoh.
"Teknologi tidak dilarang bagi siapapun," kata salah satu anggota gerakan, Mohammed Mursi. "Kami menggunakan internet untuk mempermudah komunikasi dan menjelaskan siapa kami dan apa yang kami inginkan," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini (ikhwanbook.com-red) bukan seperti Facebook. Facebook memberikan efek negatif," ujar Abdoelmoneim Mahmud, sosok yang cukup dekat dengan gerakan tersebut. Jejaring sosial Facebook dan mikroblogging Twitter sering disebut-sebut tak sepaham dengan kaum muslim di sejumlah negara.
(feb/rou)