Demikian dilaporkan Wall Street Journal yang dikutip detikINET dari Cnet, Senin (16/8/2010). Konon, perusahaan asal Kanada itu telah bertemu pejabat India untuk membuat kesepakatan.
Dalam kesepakatannya, RIM disebut-sebut akan membantu dan memudahkan pihak keamanan untuk melacak pesan-pesan yang diinginkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
RIM juga dilaporkan akan membuat piranti yang memudahkan pihak berwenang mengawasi data di aplikasi pihak ketiga BlackBerry. Misalnya, untuk Gmail atau Google mail di BlackBerry.
Kabar ini, yang belum dikonfirmasi oleh pihak RIM, menyusul rencana India memblokir layanan BlackBerry. Sebab layanan itu dinilai berbahaya karena tak bisa disadap oleh pemerintah.
Belum ada pernyataan resmi dari RIM soal kabar di Wall Street Journal itu.
Sebelumnya, RIM telah mengakui sedanng melakukan negosiasi dengan beberapa pemerintahan. Namun diskusi itu disebutkan selalu dalam semangat mendukung keamanan nasional tapi tetap menjaga kepentingan warga sipil dan perusahaan.
(wsh/rou)