Neel Joshi dan rekan-rekan satu timnya melakukan penelitian pada koleksi foto-foto dengan banyak wajah nampak buram di dalamnya, kemudian mencari tahu apa
yang bisa mereka lakukan untuk memperbaikinya.
"Momen berharga seringkali hilang karena pencahayaan yang buruk atau goncangan saat mengambil gambar," kata Joshi seperti dikutip detikINET dari New Scientist, Selasa (11/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
memanfaatkan algoritma yang menggunakan metode facial recognition atau pengenalan wajah, seperti yang ada dalam beberapa perangkat mengedit foto.
Software ini berfungsi untuk menemukan ketajaman gambar dengan pose yang sama. Sebagian pola warna dan cahaya pada bagian wajah kemudian diambil untuk
dicocokkan dengan contoh foto.
Hasil pengembangan Joshi dan timnya terdiri dari banyak rangkaian aplikasi, termasuk juga mengamati tingkat pengamatan kamera hingga membangun kualitas
kontrol untuk perangkat elektronik yang sangat kecil.
Pada akhirnya, teknik 'super resolusi' ini pun bisa dimanfaatkan untuk memungkinkan kamera video biasa dan murah untuk menghasilkan gambar bersih dan
berkualitas.
(ash/ash)