Sang penuduh bernama Kim Yong-Chul. Seperti dikutip detikINET dari Gizmodo, Senin (26/4/2010), ia melakukan tudingan kontroversial itu lewat bukunya berjudul Think Samsung. Berbagai tuduhan yang dilancarkan termasuk penyuapan, membayar pihak Jaksa hingga penggelapan pajak.
Tentunya, detikINET belum melihat buku ini sendiri sehingga tidak bisa mengetahui detil tuduhan yang dilancarkan Kim Yong-Chul. Namun Gizmodo, mengutip New York Times, menyebutkan jumlah 'pencurian' yang dilakukan salah satu eksekutif Samsung mencapai USD 9 miliar (sekitar Rp 81 triliun).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, larisnya buku Kim Yong-Chul justru membuat sang penulis kerap dijauhi oleh teman dan rekanan lamanya. Ini karena di Korea Selatan sebagian masyarakat memandang apa yang dilakukan Kim adalah sebuah pengkhianatan.
Menurut New York Times, eksekutif Samsung telah menyebut buku Kim sebagai 'karya fiksi belaka'. "Ketika Anda melihat setumpuk tinja, Anda menghindarinya bukan karena takut tapi karena kotor," ujar Kim Jun-shik, VP Corporate Communications Samsung yang dikutip New York Times.
(wsh/wsh)