Sebuah insiden penembakan yang menimpa seorang anak baru-baru ini misalnya, diduga bagian perang antar geng yang direncanakan di Twitter. Kepolisian setempat kini aktif memantau tweet di account Twitter user yang diduga para anggota geng.
"Twitter adalah perangkat lain dalam penyelidikan. Kami bisa meneliti tweet yang ada untuk mengawasi mereka," tukas seorang polisi setempat yang dilansir Telegraph dan dikutip detikINET, Selasa (1/12/2009).Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang anggota geng dari kelompok bernama 28 Gunnaz Crew, mengakui Twitter kini jadi ajang berkomunikasi yang ampuh dan mudah. Tak jarang permusuhan antar anggota geng meningkat sampai jadi perkelahian massal, dipicu perang komentar hinaan di Twitter.
Terkait pemantauan polisi di Twitter, para geng itu bukannya tak sadar. Bahkan kini mereka memakai kata-kata slang kompleks agar polisi sukar mengartikan pesan mereka. Selain itu, mereka juga membuat profil privat yang susah teridentifikasi polisi. (fyk/faw)