Hal ini diungkapkan oleh Chief Executive Google, Eric Schmidt. Ia menuturkan bahwaΒ sekitar 14 ribu gambar yang diambil dari museum Irak akan dapat diakses secara online mulai tahun depan.
"Misi Google adalah membuat informasi tersaji bagi setiap orang. Ada begitu banyak informasi di dunia Arab yang tidak diketahui dan belum tersaji secara luas untuk pihak lain," tutur Schmidt, seperti dikutip detikINET dari AFP, Rabu (25/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Museum ini menjadi salah satu tempat penyimpanan koleksi Mesopotamia yang mengesankan. Namun, sayangnya sekitar 15 ribu patung dan artefak berharga dijarah pada April 2003 pasca invasi AS ke Irak. Sejumlah koleksi berharga diselundupkan.
Melalui proyek ini, Google ingin menunjukkan bahwa Irak adalah pasar penting dimana bisnis dapat berkembang di negara ini.
"Sebagian besar perusahaan Amerika belum beroperasi di Irak, dan kami ingin menunjukkan bahwa terbuka peluang untuk berbisnis di Irak. Irak adalah sebuah pasar penting yang akan bertumbuh cepat. Anda dapat memulai bisnis di sini dan ini adalah pasar yang aman untuk melakukan itu," tegas Schmidt.
Namun, Google menolak untuk membeberkan biaya proyek digitalisasi koleksi Museum Irak tersebut. (faw/fyk)