Jbatik adalah sebuah perangkat lunak yang mampu menciptakan motif-motif batik modern dengan basis desain batik tradisional. Aplikasi yang menggabungkan nilai budaya dan teknologi informasi ini menunjukkan bahwa TIK dan budaya bukan dua wilayah yang terpisah. Bahkan kolaborasi keduanya akan menciptakan nilai tambah yang sangat besar.
Inovasi ini berhasil memetakan pola-pola batik secara matematis kemudian diterjemahkan ke dalam perangkat lunak sehingga dapat menciptakan pola-pola batik yang baru secara digital.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan inovasi yang luar biasa tersebut, tak ayal software karya Pixel People Project ini menyabet penghargaan INAICTA 2008. Pengakuan terhadap kreativitas digital anak bangsa ini pun berlanjut hingga ke tingkat internasional.
JBatik memperoleh penghargaan Asia Pacific ICT Award (APICTA) 2008 untuk kategori 'Tourism and Hospitality' dan UNESCO 2008 Award of Excellence sebagai 'Stamp of Approval' yang menunjukkan produk ini memiliki kualitas tertinggi pada level internasional dan berpotensi besar untuk masuk pasar dunia.
Selain dari sisi software, 'perkawinan' batik dan teknologi juga dapat kita temui pada kehadiran canting elektronik. Canting merupakan senjata utama para pembatik untuk membuat motif di atas kain.
Namun berbeda dengan cara tradisional, canting elektronik ini menggunakan listrik untuk memanaskan malam/lilin dalam membentuk pola di atas kain, sehingga suhu panas dari canting pun bisa dihasilkan dengan lebih baik.
Untuk menggunakan alat ini, pertama-tama pola batik dari kertas yang sudah dibuat harus diletakkan di atas alas lalu ditutupi dengan kaca dan bahan. Selain itu, di bawah alas yang digunakan juga terdapat lampu untuk menerangi pola yang akan dikerjakan.
(ash/faw)