Kejadian aksi demonstrasi ini terjadi di China. Para distributor merasa keberatan dengan gerak-gerik Nokia yang dianggap mereka sudah mengarah kepada tindakan yang ilegal.
Dikutip detikINET dari Beijing Morning Post, Rabu (5/8/2009), para dealer ini mengklaim bahwa Nokia telah melakukan monopoli harga, menghindari pajak, serta melanggar hak-hak konsumen di Negeri Tirai Bambu itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu perwakilan demonstran mengancam, jika tuntutan mereka tak direspon maka langkah yang akan diambil selanjutnya adalah menyeret Nokia ke ranah hukum. Bahkan, mereka pun siap bersatu untuk memboikot ponsel Nokia dari pasaran.
"Para distributor di propinsi kami telah bersepakat untuk melakukan hal itu, dan kami juga telah menandatangani kesepatakan tersebut," imbuh perwakilan tadi.
Sebelumnya, di awal tahun 2009, sekitar 100 wholesaler di propinsi Hunan dan Shandong telah mengirimkan surat kepada pengacara Nokia terkait masalah tuduhan monopoli harga yang dilakukan kliennya.Β Β Β Β Β Β Β
Ironisnya, tak lama kemudian, kurang lebih 40 dealer ponsel di propinsi Jinan dan Shandong memanaskan suasana dengan menyuarakan ajakan 'boikot Nokia' di mal-mal, pusat penjualan ponsel hingga sejumlah pasar retail di China.
Memang, sudah sampai sedemikian gencarnya 'perang' terhadap dominasi Nokia di China digaungkan. Kini, tinggal bagaimana tanggapan sang produsen ponsel terbesar di dunia itu merespon. Mencari jalan aman dengan coba melunak atau malah ikut menabuh genderang 'perang'? (ash/fyk)