Β
Hal inilah yang coba dilakukan sederet seniman asal Prancis dalam ajang Festival Seni Budaya Prancis 2009 yang berlangsung di Galeri Nasional Jakarta, 5 hingga 16 Mei 2009.
Β
Seolah ingin mempertegas eksistensi teknologi dalam suatu karya seni, para seniman ini coba keluar dari bingkai dan berkolaborasi dengan karya seni konvensional lainnya dalam pameran yang telah memasuki tahun kelima tersebut.
Β
Berbeda dengan karya seni konvensional, karya seni digital pastinya tampak lebih hidup. Terlebih beberapa karya diantaranya coba untuk menuntun para penikmat seni bagaimana detik-detik karya itu dibuat.
Β
Seperti karya Shanta Rao bertajuk 'Zero Point Field' ini. Lewat medium animasi digital, ia ingin mengeksplorasi pertemuan antara bahasa, matematika, bentuk dan bahan.
Β
Unsur dasar yang kemudian akan melahirkan segala bentuk merupakan pixel yaitu esensi dari segala sesuatu asal usul yang hanya terbatas pada hitam dan putih, tanpa degradasi warna, terlepas dari segala volume, tidak jelas dalam kesatuan, jumlah dan bentuk.
Β
Lain lagi dengan karya Lionel Sabatte. Lewat karyanya yang diberi judul 'Installation', seniman kelahiran Toulouse ini menghadirkan sebuah fantasi unik melalui video kartun kecil berdurasi 10 detik.
Β
Seniman lokal pun tak mau kalah unjuk gigi. Rangga Dimitri misalnya, yang mampu berkreasi hanya dengan memanfaatkan susu dan semut namun mampu menciptakan sebuah video art.
Β
Ya, karya tersebut tak dipamerkan dalam guratan di atas kanvas, melainkan lewat sebuah video. Ketika ditampilkan dalam pameran ini pun Rangga harus memboyong proyektor untuk menembakkan karyanya ke tembok.
Β
Hmm... Penasaran untuk melihatnya? (ash/faw)