Saat mendarat di Sydney, personel anti teror Australian Federal Police (AFP) langsung membekuk orang itu saat pesawat baru saja tiba. Penumpang lainnya pun tidak boleh meninggalkan pesawat selama beberapa waktu.
Begitu berada di luar pesawat, pria itu langsung dikelilingi enam personel polisi AFP bersenjata. Dia lalu diinterogasi mengenai tindakannya yang tak mau mematikan laptop.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut SMH yang dikutip detikINET, Jumat (5/9/2008), pria tersebut dibebaskan sementara sembari menunggu bukti-bukti lanjutan. Adapun juru bicara Qantas membenarkan bahwa sang penumpang tidak mematuhi perintah dari kapten pesawat.
Berbagi kisah soal laptop? Gabung saja di detikINET Forum! (fyk/dwn)