Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Catatan oleh Rama
Rela Mengantri Demi Laptop Idaman
Catatan oleh Rama

Rela Mengantri Demi Laptop Idaman


- detikInet

Jakarta - Siapa yang tak kenal Asus EEE PC? Laptop mungil besutan Asus itu telah menjadi primadona gadget di seluruh dunia tahun 2007 lalu. Akhirnya, EEE PC resmi menyambangi Indonesia pada 26 Januari 2008.

Sebagai salah seorang yang telah menantikan kehadiran Asus EEE PC di Indonesia, penulis ingin membagikan pengalaman penulis seputar Asus EEE PC, mulai dari impian penulis bila memiliki Asus EEE PC, pengalaman saat mengikuti launching Asus EEE PC, hingga review singkat saat pertama kali menggunakannya...!

(Bagian 2 dari 3 tulisan)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedahsyatan peluncuran Asus EEE PC ternyata tak hanya terjadi di luar negeri. Saat Asus Indonesia secara resmi meluncurkan produk ini pada 26 Januari lalu, ratusan orang -- yang tentunya telah menanti peluncuran laptop ini -- membanjiri Mall Kelapa Gading 2 tempat acara peluncuran berlangsung. Berbagai acara pun digelar Asus Indonesia untuk menyemarakkan peluncuran perdana EEE PC, mulai kompetisi menulis untuk para blogger sampai lomba berkomputer -- menggunakan Asus EEE PC -- untuk anak-anak!

Asus EEE PC Blog Competition

Sebagai bagian dari launching Asus EEE PC, Asus Indonesia menggelar kompetisi menulis bagi para blogger yang dimulai pada 7 Januari 2008 dan berakhir pada 20 Januari 2008. Topik yang diusung adalah "Andai Aku Punya Asus EEE PC." Jadi, peserta diminta menulis impian mereka tentang hal-hal yang akan mereka lakukan apabila memperoleh Asus EEE PC.

Hadiahnya? Juara umum kompetisi ini berhak membawa pulang sebuah Asus EEE PC 4G hitam yang juga diluncurkan ada launching Asus EEE PC. Selain itu, terpilih pula 5 blog favorit yang berhak memperoleh uang tunai dan leather-mouse limited edition dari Asus.

Dalam kompetisi yang diikuti sekitar 128 blogger tersebut, penulis berhasil menjadi salah satu dari 5 blog favorit. Informasi lebih lanjut -- nama pemenang dan artikel yang dilombakan -- dapat dilihat di http://iwanteeepc.blogspot.com

Hari Peluncuran

Setibanya penulis di lokasi peluncuran, penulis menjumpai suasana yang luar biasa. Beberapa jam sebelum acara dimulai, puluhan orang telah antre untuk mendapatkan Asus EEE PC. Beberapa di antara mereka bahkan rela duduk di lantai karena sudah datang sejak pukul tujuh pagi, bahkan sebelum Mall dibuka. "Ya kami teriak aja Mas, Asus Asus Asus, waktu petugas keamanan memergoki kami masuk lewat pintu darurat," celoteh salah seorang pengunjung. Β 

Hal senada juga diungkapkan Titi Kristiani, Marketing Specialist Asus Indonesia. Ia mengaku pihaknya tak menduga kalau jumlah pembeli akan membludak, meskipun mereka telah mendengar hal semacam itu terjadi di peluncuran-peluncuran EEE PC sebelumnya (luar negeri-red). "Kami takut pembeli akan kecewa, karena hari ini kami hanya mehnyiapkan 300 unit," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, penulis yang juga berniat membeli Asus EEE PC pun memutuskan untuk ikut antrean jauh sebelum acara dimulai, pasalnya dalam hitungan detik, jumlah pembeli semakin bertambah banyak. Sebagai konsekwensinya, penulis tak dapat menyimak dengan baik ketika acara dibuka dan pembicara-pembicara dari Asus Indonesia dan Microsoft naik panggung.

Suasana pun semakin ramai, dan barisan pembeli pun mulai tak teratur. Beberapa pembeli yang sempat bercakap-cakap dengan penulis di baris tunggu mengungkapkan macam-macam pendapatnya.

Rekan penulis, Aty Nurhayati -- yang bertugas sebagai juru foto -- mengeluhkan soal koordinasi acara yang kurang teratur. "Seharusnya pengunjung yang mau beli cukup registrasi atau diberi nomor, supaya mereka nggak harus nunggu terlalu lama. Paling tidak, inisiatif dong diumumkan berapa unit yang akan dijual, biar yang tidak kebagian tahu dan tak perlu nunggu," ketusnya.

Lain lagi komentar seorang remaja wanita yang berada tepat di depan penulis. Ia mengaku tak akan kecewa kalau sampai gagal mendapatkan laptop idamannya itu hari ini. Yang terpenting baginya adalah pengalaman seru bisa ikut launching Asus EEE PC dan menorehkan pengalaman itu di blog pribadinya.

Selain itu, beberapa pengunjung ternyata mengira bahwa antrean panjang yang mereka lihat adalah launching ponsel terbaru. Waktu mereka tahu bahwa yang di-launch adalah laptop mungil yang ekonomis, mereka pun beramai-ramai ikut dalam antrean.

Pak Aon, seorang pembeli yang berada di samping penulis melontarkan pendapatnya saat tahu bahwa penulis (tunanetra-red) adalah salah satu calon pembeli dan ikut dalam antrean. "Wah, kalau adik tinggal di Amerika, adik bisa menuntut pemerintah agar adik didahulukan, atau mereka harus membayar denda dengan laptop gratis untuk adik," kelakarnya. Beliau bahkan bersedia menyerahkan laptop miliknya untuk penulis beli apabila penulis sampai tidak kebagian.

Akhirnya, penulis pun tiba di loket pembelian. Karena versi Windows XP Home Edition sudah habis, penulis pun tak punya pilihan dan membeli versi Xandros Linux. Saat selesai melakukan pembayaran, penulis memperoleh informasi bahwa tinggal enam unit lagi yang tersisa, dan pengunjung yang tidak kebagian diminta meninggalkan data-data pribadi guna diproses pihak Asus Indonesia agar mereka (yang tidak kebagian-red) dapat memperoleh unit EEE PC di hari berikutnya.

Sebagai informasi, tipe EEE PC yang dijual pada peluncuran perdana kali ini adalah 701/4G hitam. Tersedia versi Xandros Linux seharga 3,6 juta rupiah, dan versi Windows XP Home Edition yang dibanderol 3,9 juta rupiah.

Berdasar pada pengamatan tersebut, penulis menyimpulkan bahwa peluncuran Asus EEE PC di Indonesia cukup sukses. Ini bisa kita lihat dari panjangnya antrean (baca: penuh sesak dan ekor antrean sampai melingkar-lingkar), dan terjualnya seluruh unit yang disiapkan Asus.

Faktor utama, tentu saja adalah harga yang lebih ekonomis jika dibandingkan dengan laptop yang beredar di pasaran. Sejatinya kekuatan Asus EEE PC memang tak sekuat laptop "sebenarnya" yang memang diperlengkapi dengan fitur-fitur untuk multi-tasking. Namun, harga yang berada di bawah $40 ternyata berhasil menarik perhatian pembeli Indonesia, mengingat angka jual tersebut masih cukup terjangkau untuk pembeli kalangan mainstream.

Selain itu, bentuk dan ukuran Asus EEE PC yang cantik dan mungil juga menggoda wanita dan anak-anak, yang sebelumnya barangkali tidak berminat membeli sebuah laptop.

Namun, kiranya pihak Asus Indonesia dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan di peluncuran-peluncuran EEE PC berikutnya, mengingat produk ini sudah pasti bakal laku keras, dan itu artinya jumlah pembeli yang hadir dalam peluncuran akan membludak. Oleh karenanya, koordinasi adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan, sehingga acara peluncuran dapat berjalan lebih teratur dan tertib.

Penulis, Eko Ramaditya Adikara (Rama), adalah seorang tuna-netra yang gemar menulis menggunakan komputer. Penulis tergabung dalam Yayasan Mitra Netra (MitraNetra.or.id). Blog pribadinya dapat dibaca di alamat www.ramaditya.com.
(wsh/wsh)




Hide Ads