×
Ad

Smartphone Bagus Bukan Cuma Soal Harga

Tim detikINET - detikInet
Selasa, 23 Jun 2026 18:30 WIB
Ilustrasi para pengguna smartphone (Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages)
Jakarta -

Smartphone bukan sekadar barang konsumsi, melainkan alat produktivitas sehari-hari. Orang sering lupa dengan aneka nilai guna perangkat selain soal harga.

Kenaikan harga smartphone tahun ini bukan muncul tanpa sebab. Industri global sedang menghadapi lonjakan biaya komponen yang cukup signifikan. Data dari Gartner menunjukkan total kenaikan harga memori tahun 2026 mencapai 130% dibandingkan tahun 2025. Di saat yang sama, menurut Counterpoint Research biaya chipset smartphone ikut meningkat sekitar 20-30% akibat kapasitas produksi semikonduktor yang semakin banyak dialokasikan untuk kebutuhan AI dan data center.

Artinya, tekanan harga tidak hanya terjadi pada satu merek, melainkan hampir seluruh industri. Bahkan dilansir dari Techwire Asia, untuk smartphone entry level di bawah USD 200, biaya produksi (bill of materials/BOM) naik sekitar 25% dibanding sebelumnya.

Di dalam situasi seperti ini, pertanyaan yang lebih relevan sebenarnya bukan lagi soal harga, melainkan berapa lama smartphone ini bisa dipakai. Konsumen kini mulai melihat smartphone sebagai investasi jangka panjang. Faktor seperti AI, keamanan data, ketahanan perangkat, dan dukungan pembaruan perangkat lunak menjadi pertimbangan yang semakin penting dibanding sekadar adu spesifikasi di atas kertas.

Umur pakai smartphone menjadi hal yang mesti dipertimbangkan juga. Smartphone murah belum tentu lebih hemat kalau tidak awet, tidak mendapat pembaruan dan mesti ganti lagi. Total biaya bisa jadi lebih besar dari membeli perangkat yang awet 5-6 tahun.



Perubahan cara pandang ini masuk akal. Smartphone yang mendapat pembaruan sistem operasi dan keamanan selama bertahun-tahun tentu memiliki nilai pakai yang lebih panjang dibanding perangkat yang hanya mendapat dukungan singkat. Samsung misalnya menekankan dukungan hingga enam generasi pembaruan OS dan enam tahun pembaruan keamanan, serta perlindungan Samsung Knox yang kini tersedia hingga kelas entry level.

"Kami mendefinisikan ulang arti ketahanan sebuah smartphone. Dengan fitur yang lengkap, dukungan hingga 6 tahun, serta AI yang aman di perangkat. Smartphone Samsung tetap cerdas, aman, dan optimal digunakan bertahun-tahun ke depan. Sama seperti saat pertama kali digunakan," kata Head of Category Management Samsung Electronics Indonesia Verry Octavianus dalam keterangan kepada detikINET, Selasa (23/6/2026).

Faktor lain yang sering luput dari perhatian adalah layanan purna jual. Saat membeli smartphone, konsumen sebenarnya juga membeli rasa aman. Samsung memiliki 165 service center yang tersebar di 133 kota dan 34 provinsi di Indonesia. Jaringan layanan seperti ini menjadi nilai tambah yang baru terasa ketika perangkat membutuhkan perbaikan atau dukungan teknis.

"Dengan skema program kepemilikan yang fleksibel dan layanan purna jual yang luas, kami menghilangkan hambatan untuk mendapatkan teknologi premium, sehingga konsumen dapat mengupgrade produktivitas dan kreativitas mereka dengan peace of mind," kata Head of MX Business Demand Generation, Samsung Electronics Indonesia, Andi Airin.

Pada akhirnya, harga memang penting. Namun smartphone yang baik tidak bisa dinilai dari angka di banderolnya saja. Ketika smartphone mampu bertahan lebih lama dengan dukungan software bertahun-tahun, keamanannya terjamin, serta layanan purna jual mumpuni, nilai yang diterima pengguna bisa melampaui harga saat pembelian. Dalam konteks itulah, smartphone bagus bukan cuma soal harga, melainkan soal nilai yang terus terasa sepanjang masa pakainya.



Simak Video "Video: Penjualan iPhone Air Merosot, Brand Lain Tunda Produksi HP Bodi Tipis!"

(fay/fyk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork