Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Apple Pun Tak Kuasa Menahan Harga iPhone

Apple Pun Tak Kuasa Menahan Harga iPhone


Fino Yurio Kristo - detikInet

Ilustrasi iPhone 15
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Beberapa tahun terakhir, orang berbondong menggunakan AI. Kini, mereka harus membayar harganya. Ledakan AI memicu permintaan memori, menciptakan kelangkaan di seluruh dunia yang berujung pada kenaikan harga. Masalah ini cukup krusial hingga bahkan Apple memperingatkan konsumen bersiap merogoh kocek lebih dalam.

CEO Apple Tim Cook mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa perusahaan berencana menaikkan harga produknya akibat kelangkaan memori yang sedang berlangsung. Ia menyebut kenaikan harga ini tidak dapat dihindari.

"Dunia sedang didisrupsi oleh AI dan, pada saat yang sama, bahkan sebelum kita mulai memetik manfaat AI di perangkat kita, kita sudah harus membayar tagihannya," ujar Francisco Jeronimo, analis di IDC yang dikutip detikINET dari CNBC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chip AI, mayoritas diproduksi Nvidia, menyedot kapasitas memori dan penyimpanan yang dapat diproduksi oleh segelintir vendor. Produsen smartphone, PC, dan perangkat lainnya terpaksa antre atau membayar lebih mahal demi mendapat prioritas. Namun, pengungkapan Apple membuktikan dampak luasnya karena produsen iPhone tersebut dipandang sangat kebal terhadap kenaikan harga berkat kekuatan pasarnya.

"Ini menunjukkan seberapa dalam masalahnya. Bahkan Apple pun tak aman, terlepas dari fakta mereka punya semua keahlian dan perencanaan jangka panjang, serta segalanya. Ini sudah di luar batas kapasitas mereka untuk membatasi dampaknya." kata Ranjit Atwal, analis di Gartner.

ADVERTISEMENT

Cook menolak menyebut kapan kenaikan harga mulai berlaku serta pada model mana saja. Salah satu kemungkinan adalah Apple hanya akan menerapkan kenaikan harga perangkat premium seperti seri Pro, karena pelanggan kelas atas lebih mungkin menyerap dampak.

Jeronimo memperkirakan Apple akan menaikkan harga iPhone Pro dan iPhone Pro Max sebesar USD 100, sementara harga perangkat kelas bawah tidak diubah. Analis di BofA Securities setuju dengan penilaian tersebut, dan mereka juga memperkirakan adanya kenaikan harga pada sebagian besar model Mac dan iPad.

Namun, ada potensi pendekatan lain yaitu memanfaatkan situasi ini untuk merebut lebih banyak pangsa pasar. Beberapa bulan terakhir, Apple membidik konsumen yang lebih ketat anggaran dengan MacBook Neo dan iPhone 16e. Apple bisa diuntungkan ketika produsen Android terpaksa memangkas spesifikasi atau menaikkan harga.

Mengenai akar masalah kelangkaan pasokan, chip AI data center menggunakan memori bandwidth tinggi, yang kinerjanya lebih cepat dan butuh lebih banyak daya dibanding memori smartphone. Masalah utamanya, semua kebutuhan ini sangat bergantung pada kapasitas produksi tiga pemasok utama: Micron, SK Hynix, dan Samsung.

Ketika pemasok seperti Micron memproduksi satu unit memori HBM (High Bandwidth Memory), mereka harus merelakan produksi tiga unit memori smartphone konvensional.

Para pemasok memori saat ini tengah membangun pabrik-pabrik baru, tetapi sebagian besar kapasitas tambahan tersebut kemungkinan masih akan dialokasikan untuk memori HBM yang jauh lebih menguntungkan.




(fyk/asj)
TAGS






Hide Ads