Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Galaxy A57 Tak Punya Kamera Telephoto, Ini Alasan Samsung

Galaxy A57 Tak Punya Kamera Telephoto, Ini Alasan Samsung


Adi Fida Rahman - detikInet

Jakarta -

Di segmen harga Rp 7-8 jutaan, persaingan kamera smartphone makin panas. Sejumlah merek Android kini berlomba menanamkan lensa telephoto, bahkan periskop, untuk menghasilkan foto zoom yang detail dan tajam.

Namun Samsung memilih jalur berbeda untuk Galaxy A57. Alih-alih mengikuti tren telephoto, Galaxy A57 hadir dengan konfigurasi kamera yang sama seperti pendahulunya: kamera wide, ultrawide, dan makro.

Pilihan ini pun memantik pertanyaan-kenapa Samsung tidak mengikuti arus? detikINET bertanya langsung kepada Verry Octavianus, Head of MX Smartphone Category Management Samsung Electronics Indonesia, soal keputusan strategis ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Menurut Verry, keputusan absennya telephoto bukan tanpa alasan. Semuanya bermuara pada siapa pengguna Galaxy A57 yang sesungguhnya disasar oleh Samsung.

"Balik lagi ke target. Siapa sih target kita? Yaitu awesome generation, anak muda Gen Z. Kalau kita lihat zaman sekarang, mereka suka nongkrong bareng. Yang mereka cari itu biasanya kamera 0,6x atau ultrawide," ujar Verry saat berbicang usai media handson Galaxy A57 di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Verry Octavianus, Head of MX Smartphone Category Management Samsung Electronics Indonesia,Verry Octavianus, Head of MX Smartphone Category Management Samsung Electronics Indonesia, Foto: Adi FR/detikINET

Kamera ultrawide memang menjadi andalan ketika anak muda berkumpul dan ingin mengabadikan momen bersama dalam satu frame lebar. Berbeda dari telephoto yang lebih relevan untuk memotret objek jarak jauh, ultrawide menjawab kebutuhan foto sosial sehari-hari.

Selain ultrawide, Verry menyebut bahwa segmen ini juga sangat mengutamakan kemudahan berbagi konten. "Yang pasti juga social-ready. Mereka mau foto cepat tanpa gagal, dan hasilnya bisa langsung diunggah," jelasnya.

Untuk mendukung hal itu, Samsung turut meningkatkan ukuran piksel kamera di Galaxy A57, sehingga hasil foto lebih tajam meski dalam kondisi cahaya yang kurang ideal. Dari sisi video, peningkatan juga diklaim signifikan-noise reduction yang lebih baik dan image stabilization yang ditopang oleh chipset Exynos 1680, khususnya dalam kondisi low light.

Verry juga mengingatkan bahwa pengguna Galaxy A57 bisa memperluas kemampuan kamera lewat aplikasi Camera Assistant yang tersedia di Galaxy Store. Fitur-fitur tambahan di sana, menurutnya, menawarkan pengalaman yang sulit ditemukan di perangkat lain.

"Dari sisi kamera, banyak sekali yang bisa kita tweak lewat Camera Assistant di Galaxy Store. Kita bisa mendapatkan hal-hal yang tidak didapatkan di tempat lain," kata Verry.

Galaxy A57Galaxy A57 Foto: Adi FR/detikINET

Tak hanya itu, satu lagi fitur yang disematkan Samsung khusus menyasar gaya hidup anak muda adalah Private Album. Berbeda dari Secure Folder yang melindungi seluruh aplikasi dan data, Private Album difokuskan untuk menyimpan foto-foto yang bersifat pribadi agar tidak terlihat saat ponsel dipinjam orang lain.

"Anak muda zaman sekarang nggak mau orang tuanya tahu semuanya karena itu privasi mereka. Fitur ini membantu menjaga privasi tersebut," ungkap Verry.

Jadi, absennya telephoto di Galaxy A57 bukan sekadar keterbatasan-melainkan pilihan yang disengaja Samsung demi menyesuaikan kebutuhan nyata penggunanya. Pertanyaannya kini ada di tangan konsumen: apakah ultrawide dan fitur sosial sudah cukup, atau telephoto tetap jadi keharusan di kelas harga segini?

Kalau detikers pilih kamera ultrawide atau telephoto? Isi pendapatnya di kolom komentar ya...




(afr/afr)




Hide Ads