Malam di Sapa punya pesona yang susah dijelaskan dengan kata-kata. Kabut tipis merayap turun dari Fansipan, lampu-lampu kecil kafe dan toko oleh-oleh di sekitar Sapa Stone Church menciptakan suasana yang nyaris seperti lukisan - romantis, misterius, tapi gelap. Kondisi seperti inilah yang biasanya langsung "membunuh" kualitas kamera smartphone biasa. Tapi bukan Galaxy S26 Ultra.
Saya berkesempatan menguji langsung fitur Nightography andalan Samsung ini di lapangan, bukan di studio, bukan di kondisi yang dikontrol, melainkan di jalanan sungguhan Sapa malam hari. Mulai dari area sekitar Sapa Stone Church yang ikonik hingga keramaian Sun Plaza, tempat warga lokal dan turis berbaur sambil menikmati malam. Hasilnya? Jujur, jauh melampaui ekspektasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malam di Stone Church: Kabut Bukan Halangan
Di depan Sapa Stone Church, kondisi malam cukup ekstrem - kombinasi kabut tebal, pencahayaan jalan yang minim, dan kontras tajam antara lampu kafe dengan area gelap di sekitarnya. Skenario paling kejam untuk kamera smartphone.
Menangkap malam di Stone Church. Foto: Rizqy Nur Amalia |
Tapi Galaxy S26 Ultra merekam semuanya dengan luar biasa. Tekstur batu gereja yang kasar, uap napas orang-orang yang lalu-lalang, hingga bias cahaya lampu di balik kabut - semua tertangkap tanpa noise berlebihan. Tidak overexposed, tidak flat. Ambience malamnya tetap terasa.
Samsung menyebut teknologi ini Clear Nightography, dan setelah melihat hasilnya langsung, saya tidak punya alasan untuk menyebutnya sekadar jargon marketing.
Sun Plaza: Uji Kejernihan di Kerumunan
Bergeser ke Sun Plaza, tantangannya berbeda. Di sini lebih ramai, lebih dinamis - orang bergerak, cahaya berwarna-warni dari stan dan pertunjukan lokal, plus latar belakang yang sibuk. Ini ujian untuk stabilisasi dan kemampuan menangkap objek bergerak di malam hari.
Suasana Sun Plaza Foto: Rizqy Nur Amalia |
Galaxy S26 Ultra tetap stabil. Fitur Super Steady dengan opsi Horizontal Lock membuat rekaman video sambil berjalan di tengah kerumunan tetap layak tonton. Tidak ada efek "mabuk laut" yang biasa muncul saat merekam tanpa gimbal. Wajah-wajah yang lewat, ornamen lampu di langit-langit plaza, gerakan pedagang - semuanya terekam bersih.
Apa yang Bikin Clear Nightography Beda?
Peningkatan performa malam Galaxy S26 Ultra bukan hanya soal software, melainkan kombinasi upgrade hardware yang signifikan. Samsung membekali perangkat ini dengan kamera utama 200MP ber-aperture f/1.4 yang diklaim mampu menangkap cahaya 47% lebih banyak dibanding generasi sebelumnya.
Tidak hanya itu, kamera telephoto 50MP dengan zoom optik 5x kini memakai aperture f/2.9, meningkat dari f/3.4 pada Galaxy S25 Ultra. Hasilnya, pengambilan gambar malam saat zoom tetap terang dan detail.
Samsung juga menyematkan AI Image Signal Processor (ISP) terbaru yang bekerja mengurangi noise, mempertahankan detail kecil, sekaligus menjaga warna tetap natural.
Galaxy S26 Ultra Foto: Rizqy Nur Amalia |
Untuk video malam, fitur Enhanced Nightography Video memanfaatkan multi-frame processing dan advanced noise reduction agar hasil rekaman tetap clean meski di kondisi sangat gelap.
Selain kualitas gambar, peningkatan juga terasa pada fitur stabilisasi video. Galaxy S26 Ultra kini dibekali Super Steady generasi baru lengkap dengan Horizontal Lock.
Fitur ini membantu menjaga video tetap stabil saat pengguna berjalan atau bergerak aktif. Dalam pengujian detikINET di jalanan menanjak dan area wisata malam Sapa, hasil rekaman tetap nyaman ditonton tanpa efek shaking berlebihan.
Bagi content creator traveling atau vlogger malam hari, fitur ini jelas sangat membantu karena tidak perlu lagi membawa stabilizer tambahan yang merepotkan.
Samsung juga menghadirkan opsi mode 24MP melalui Camera Assistant. Mode ini memanfaatkan teknologi pixel-binning untuk menghasilkan foto malam yang lebih bersih dengan dynamic range lebih baik dibanding mode resolusi penuh 200MP.
Selain kualitas lebih optimal untuk kondisi minim cahaya, ukuran file juga menjadi lebih ringan sehingga lebih praktis untuk kebutuhan sehari-hari maupun upload media sosial.
Galaxy S26 Ultra menangkap suasa gelap menjadi terang. Foto: Rizqy Nur Amalia/detikINET |
Cocok untuk Traveler dan Content Creator
Galaxy S26 Ultra terasa sangat cocok digunakan traveler maupun content creator yang sering membuat konten malam hari. Pengguna bisa merekam suasana kota, kuliner malam, hingga pemandangan berkabut tanpa perlu repot membawa lighting tambahan.
Yang paling saya apresiasi: hasilnya tidak terlihat fake. Suasana malam Sapa yang dingin dan mistis tetap terasa, bukan sekadar frame yang diterangi paksa hingga kehilangan karakter. Galaxy S26 Ultra paham bedanya bright dan natural.
Setelah mencoba langsung di malam berkabut Sapa, Vietnam, Galaxy S26 Ultra menunjukkan peningkatan Nightography yang sangat signifikan. Kombinasi sensor 200MP, aperture f/1.4, AI processing terbaru, dan stabilisasi video yang makin pintar membuat smartphone ini mampu menghasilkan foto serta video malam yang terang, detail, dan tetap natural.
Bagi pengguna yang gemar traveling, membuat vlog malam, atau sering memotret di kondisi minim cahaya, Galaxy S26 Ultra menjadi salah satu smartphone paling menarik untuk dipertimbangkan tahun ini.
@detikinet Konten malam tuh biasanya antara gelap, blur, atau noise. Tapi di Sapa kemarin gue literally tinggal record aja dan Nightography Galaxy S26 Ultra yang kerja. Hasilnya malah jadi lebih cakep dari yang gue lihat dengan mata sendiri #detikinet #YouAndICan #GalaxyS26inVietnam @Samsung Indonesia β¬ original sound - detikINET
(afr/afr)






