Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Game Bajak Laut Ini Bikin SSD Pendek Umur, Tenang... Bukan One Piece

Game Bajak Laut Ini Bikin SSD Pendek Umur, Tenang... Bukan One Piece


Anggoro Suryo - detikInet

SSD NVMe
Ilustrasi SSD. Foto: Dok. Reddit/pcmasterrace
Jakarta -

Merilis game lewat jalur Early Access di Steam memang lazim dibarengi dengan keberadaan sejumlah bug. Namun, sebuah game RPG bertema bajak laut bernama Windrose mendadak ramai diperbincangkan karena masalah yang dibawanya terbilang ekstrem: game ini bisa memperpendek umur hardware penyimpanan pemainnya secara drastis.

Dikembangkan oleh studio Kraken Express, Windrose adalah game survival adventure di mana pemain bisa membangun markas, bertarung, dan merampok layaknya bajak laut.

Diluncurkan pada April lalu, game ini mendadak ramai diperbincangkan setelah para pemain menyadari adanya aktivitas write data yang tidak wajar pada komponen penyimpanan mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat karakter pemain berlari mengelilingi markas, Windrose kedapatan membaca dan menulis data dalam jumlah besar dengan lonjakan mencapai 30MB per detik. Beban ini bahkan menjadi lebih parah ketika pemain sedang mengemudikan kapal.

ADVERTISEMENT

Menyiksa SSD Ratusan GB per Jam

Jika diakumulasikan selama sesi permainan normal, Windrose kedapatan menulis data sekitar 108GB per jamnya. Bagi pengguna Hard Disk Drive (HDD) tradisional, beban sebesar ini mungkin tidak terlalu terasa dampaknya. Namun bagi pengguna Solid State Drive (SSD), ini menjadi mimpi buruk.

Kepingan memori NAND Flash pada SSD memiliki batas usia siklus penulisan data. Apalagi, SSD tipe QLC modern yang banyak dipakai di PC kelas konsumen saat ini sangat rentan terhadap beban penulisan I/O (Input/Output) yang terus-menerus dipaksakan secara ekstrem.

YouTuber bernama Pixel Operative bersama ahli penyimpanan NewMaxx/BoreCraft akhirnya membedah game ini. Mereka menemukan bahwa masalah tersebut bersumber dari sistem database RocksDB yang dipilih oleh developer untuk menyimpan progres pemain.

Pangkal permasalahannya adalah Kraken Express salah melakukan konfigurasi dengan mengatur kapasitas cache database terlalu kecil. Akibatnya, memori cache tersebut langsung penuh seketika, memaksa sistem untuk terus-menerus membuang (flush) dan menulis puluhan ribu data perubahan status secara langsung ke dalam disk fisik.

Langsung Ditambal Developer

Menyadari keteledoran yang membahayakan hardware pemainnya, Kraken Express merespons dengan sangat cepat. Pada tanggal 30 April 2026 kemarin, studio tersebut langsung merilis patch pembaruan untuk mengatasi penggunaan SSD dan CPU yang berlebihan.

Hasilnya sangat signifikan. Sebelum patch dirilis, kesalahan database RocksDB tersebut menghasilkan sekitar 90.000 hingga 130.000 penulisan per detik. Setelah diperbaiki, angka tersebut merosot drastis menjadi rata-rata hanya 20 hingga 30 penulisan per detik saat pemain berlayar.

Bagi para gamer yang sudah terlanjur menginstal Windrose di PC kesayangannya, sangat disarankan untuk segera melakukan update ke versi terbaru agar umur SSD Anda bisa terselamatkan, demikian dikutip detikINET dari TechSpot, Senin (4/5/2026).




(asj/fay)




Hide Ads