Logitech resmi merilis mouse gaming flagship terbarunya, Logitech G Pro X2 Superstrike, yang langsung mencuri perhatian karena mengusung konsep ekstrem: mouse gaming tanpa klik fisik.
Perangkat ini membawa pendekatan baru dalam dunia periferal esports dengan sistem tombol induktif berpadu haptic feedback, menawarkan latensi sangat rendah dan tingkat kustomisasi tinggi bagi gamer kompetitif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi desain, Logitech mempertahankan bentuk simetris khas seri PRO Wireless yang telah berevolusi melalui PRO X Superlight dan PRO X Superlight 2. Ergonominya dikembangkan melalui kolaborasi dengan lebih dari 100 atlet esports profesional dari tim ternama seperti NAVI, G2, GEN.G, BLG, hingga FlyQuest RED.
Dimensi mouse ini mencakup panjang 125 mm, lebar 63,5 mm, dan tinggi 40 mm, sehingga cocok untuk berbagai gaya genggaman. Hadir dalam warna putih dengan tombol hitam.
Bobotnya yang hanya 61 gram menjadi nilai jual utama, membuatnya sangat ringan untuk pergerakan cepat di skenario kompetitif. Di balik bodinya, Logitech membenamkan sensor Hero 2 dengan resolusi hingga 44.000 DPI, kecepatan maksimum 888 IPS, akselerasi 88 G, serta klaim zero smoothing, acceleration, dan filtering untuk presisi maksimal.
Logitech G Pro X2 Superstrike Foto: Logitech |
Inovasi terbesar hadir lewat Haptic Inductive Trigger System (HITS). Teknologi ini menggantikan micro-switch mekanis pada tombol kiri dan kanan dengan sistem induktif yang mendeteksi kedalaman tekanan tanpa klik fisik. Sensasi klik disimulasikan melalui motor getar dengan enam tingkat intensitas yang dapat diatur sesuai preferensi pengguna.
Melalui software Logitech G HUB, pengguna juga dapat menyesuaikan actuation point (10 opsi) dan reset point (5 opsi). Logitech mengklaim teknologi ini mampu mengurangi latensi klik hingga 30 milidetik, menjadikannya solusi serius untuk gamer FPS dan esports yang menuntut respons secepat mungkin.
Logitech G Pro X2 Superstrike Foto: Logitech |
Untuk konektivitas, mouse ini mengandalkan Lightspeed wireless dengan polling rate nirkabel hingga 8.000 Hz menggunakan dongle USB yang disertakan. Melalui kabel USB-C, tingkat laporan mencapai 1.000 Hz (1 ms). Logitech juga memastikan kestabilan sinyal tetap terjaga di lingkungan turnamen esports yang padat interferensi RF.
Daya tahan baterainya diklaim mampu bertahan hingga 90 jam penggunaan, tergantung konfigurasi. Mouse ini juga kompatibel dengan sistem pengisian nirkabel Powerplay (dijual terpisah). Total tersedia lima tombol, dengan teknologi HITS hanya diterapkan pada tombol utama kiri dan kanan.
Logitech G Pro X2 Superstrike Foto: Logitech |
Paket penjualan Logitech G Pro X2 Superstrike tergolong lengkap, mencakup receiver Lightspeed, kabel pengisian USB-A ke USB-C, adaptor perpanjangan receiver, pintu Powerplay dengan alas PTFE, grip tape opsional, kain pembersih, serta dokumentasi.
Logitech turut memberikan garansi hardware terbatas dua tahun. Kabar baiknya Logitech G Pro X2 Superstrike akan segera hadir di Indonesia.
(afr/afr)



