Intel, AMD, dan Qualcomm memanfaatkan CES 2026 untuk memperkenalkan generasi terbaru system-on-chip (SoC), sementara perusahaan seperti Asus, Dell, HP, Lenovo, dan Samsung langsung memamerkan lini PC yang ditenagai chip-chip anyar tersebut.
Meski industri dibayangi potensi kelangkaan DRAM akibat lonjakan permintaan data center AI, CES tahun ini tetap diramaikan beragam laptop baru, prototipe unik, hingga perangkat pendukung PC yang menunjukkan inovasi masih berjalan di industri yang terbilang matang, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Rabu (21/1/2026).
Intel membuka rangkaian pengumuman dengan memperkenalkan Core Ultra Series 3 atau Panther Lake. Platform mobile terbaru ini mencatat lonjakan performa signifikan, terutama di sisi grafis. Intel mengklaim GPU Arc B390 terintegrasi mengalami peningkatan performa hingga 77% dibanding Lunar Lake. Kinerja CPU juga naik sekitar 60%, sementara daya tahan baterai diklaim mampu mencapai 27 jam untuk streaming video.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Qualcomm turut memperluas portofolio Snapdragon X2 dengan menghadirkan varian X2 Plus. Chip ini diposisikan untuk laptop kelas lebih terjangkau, dengan jumlah core CPU lebih sedikit dibanding X2 Elite, namun tetap mengusung arsitektur Oryon generasi terbaru dan NPU 80 TOPS. Perangkat berbasis Snapdragon X2 Plus dijadwalkan mulai hadir pada musim semi 2026.
AMD juga tampil agresif lewat peluncuran Ryzen AI 400 Series untuk laptop dan desktop. Chip ini masih menggunakan core Zen 5, tetapi dibekali NPU yang lebih kencang hingga 60 TOPS serta akses memori yang lebih cepat untuk kebutuhan AI. AMD menegaskan keunggulannya dengan menghadirkan prosesor AI yang dirancang khusus untuk desktop, berbeda dari pesaing yang fokus ke laptop.
Di sisi perangkat, Lenovo mencuri perhatian lewat rangkaian produk berbasis chip terbaru dari Intel, AMD, dan Qualcomm. ThinkPad X1 Carbon Gen 14 Aura Edition menjadi salah satu laptop pertama dengan Core Ultra Series 3, sementara Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition menawarkan opsi prosesor lintas vendor. Lenovo juga memamerkan prototipe laptop gaming dengan layar rollable yang dapat diperluas dari 16 inci menjadi 24 inci.
Dell menandai kembalinya lini XPS ke pasar konsumen dengan desain tipis dan layar tandem OLED 14 inci dan 16 inci, seluruhnya ditenagai Core Ultra Series 3. Dell juga memperluas lini Alienware ke segmen harga yang lebih terjangkau. Selain itu, Dell memamerkan monitor UltraSharp 52 inci beresolusi 6K yang terintegrasi dengan Thunderbolt Hub.
HP menghadirkan pendekatan unik lewat EliteBoard G1a, komputer berbasis Ryzen yang seluruh komponen intinya tertanam di dalam keyboard. Untuk segmen bisnis, HP memperkenalkan EliteBook X G2 yang tersedia dalam varian prosesor AMD, Intel, maupun Qualcomm.
Samsung memanfaatkan CES untuk menampilkan Galaxy Z TriFold, ponsel lipat dengan layar hingga 10 inci yang mendekati pengalaman PC, serta memperbarui lini Galaxy Book6 berbasis Core Ultra Series 3. Model Galaxy Book6 Ultra bahkan menawarkan opsi GPU diskrit Nvidia GeForce RTX 5060 dan 5070.
Secara keseluruhan, CES 2026 memperlihatkan kompetisi ketat di ekosistem PC, dari level chip hingga perangkat akhir. Meski tantangan pasokan memori masih menghantui, industri PC tampak berupaya menjaga momentum pertumbuhan setelah mencatatkan performa positif sepanjang 2025.
(asj/asj)

