Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tak Ada Tulang untuk Game di Cina

Tak Ada Tulang untuk Game di Cina


- detikInet

Jakarta - Cina secara aktif melakukan sensor terhadap konten internet. Sensor itu ternyata juga mencakup dunia game online. Lucunya, yang disensor adalah tulang belulang dan tengkorak. Itu yang terjadi setelah World of Warcraft (WoW), salah satu game fantasi online populer di dunia, melakukan update di Negeri Tirai Bambu itu. Karakter game yang tadinya tubuhnya hanya tulang dan tengkorak saja kini telah diberi daging. Tak pelak ini membangkitkan gelombang protes di kalangan para pemain. Menurut para gamer, perubahan ini membuat WoW membosankan. Menurut seorang pekerja di The9, perusahaan pengelola WoW di Cina, hilangnya tokoh tulang-belulang itu untuk menyesuaikan dengan situasi dan regulasi di Cina. "Ini untuk mempromosikan lingkungan yang sehat dan harmonis," tutur pekerja yang tak mau disebutkan namanya itu pada koran lokal di Guangzhou. Namun Zhao Yurun, direktur humas The9, menyebutkan perubahan itu adalah bagian dari strategi The9. Demikian dikutip detikINET dari Xinhua Rabu (11/7/2007). Kurang lebih 500 gamer menandatangani pernyataan untuk memboikot game tersebut. Mereka merasa tersinggung karena perubahan terjadi tanpa setidaknya konsultasi dengan para pemain. Cina belakangan ini memang aktif melakukan, dan mendorong, sensor pada konten internet. Pada April 2007, misalnya, pemerintah Cina menggelar kampanye anti pornografi online yang juga mencakup larangan terhadap aksi tipu-tipu, lotere ilegal, dan penyebaran kabar burung lewat internet. (wsh/wsh)







Hide Ads