Laptop Murah Tak Butuh Antivirus?
- detikInet
Jakarta -
Proyek laptop murah US$ 100 Nicholas Negroponte konon memiliki protokol keamanan terdepan. Akibatnya perangkat bagi anak sekolah di daerah miskin itu bisa jadi tak perlu antivirus. Banyak kalangan masih menganggap proyek Laptop US$ 100 hanya mimpi di siang bolong. Gagasan profesor Nicholas Negroponte yang memiliki nama resmi Children's Machine 1 (CM1) itu dianggap tak akan berhasil. Namun, di sisi lain, banyak pihak yang menyatakan dukungan penuh terhadap upaya menghadirkan teknologi bagi kalangan tak mampu tersebut. Ini dibuktikan dengan dukungan dari perusahaan besar seperti Google dan AMD. CM1 akan memiliki bentuk unik, warna yang mencolok, plus sebuah engkol untuk menambah daya. Jeroan perangkat ini juga unik, flashdisk akan digunakan sebagai pengganti hardisk, prosesornya tergolong lambat (tapi hemat energi) dan sistem operasinya adalah Linux versi khusus. Salah satu yang menjadi perhatian belakangan ini adalah protokol keamanan yang diterapkan pada CM1. Perancang sistem keamanan CM1 optimis protokol keamanan yang digunakan akan membuat perangkat itu tak membutuhkan piranti antivirus. Seperti apa protokol keamanan yang dimaksud? Pada umumnya sebuah komputer memungkinkan program apapun mengakses file apapun yang berada dalam hardisk. Hal itu memungkinkan kelemahan pada sebuah program digunakan untuk mengakses komputer secara umum. Sedangkan CM1 akan memaksa setiap aplikasi untuk berjalan pada 'lingkungan tertutup'. Akibatnya hanya file tertentu yang bisa diakses oleh aplikasi tertentu. Pada tingkat BIOS, CM1 memiliki tingkat penyandian (enkripsi) yang bisa mencegah kerusakan mendasar. "Benar-benar sangat sulit untuk melakukan sesuatu pada mesin itu untuk membuat kerusakan permanen pada hardware-nya," ujar Ivan Krstic seperti dikutip detikINET dari AP, Senin (9/10/2006). Krstic mengatakan keamanan proyek ini benar-benar harus diperhatikan. Karena, pertama, jumlah CM1 yang akan dibuat sangat banyak dan bisa menjadi sasaran empuk serangan massal. Kedua, perangkat ini memungkinkan jaringan WiFi mesh antar komputer. "Kami memiliki code-sharing dalam mesin tersebut, akan sangat mengerikan jika kami tak memperhatikan (kemanan) dengan sungguh-sungguh. Tapi kami rasanya telah memiliki semua solusi dari masalah yang ada," ujar Krstic. (wsh)
(wicak/wicak)