Google Perluas Pembayaran Alternatif di Banyak Negara, Indonesia Termasuk

ADVERTISEMENT

Google Perluas Pembayaran Alternatif di Banyak Negara, Indonesia Termasuk

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 05 Sep 2022 10:39 WIB
FILE PHOTO: An illuminated Google logo is seen inside an office building in Zurich September 5, 2018. REUTERS/Arnd WIegmann/File Photo
Foto: Arnd WIegmann/Reuters
Jakarta -

Google pekan ini mengumumkan perluasan pilihan pembayaran Play Store. Hal ini memungkinkan pengguna memilih sistem pembayaran alternatif untuk pembelian dalam aplikasi. Negara yang kebagian perluasan ini termasuk Indonesia, India, Australia, Jepang, dan Wilayah Ekonomi Eropa (European Economic Area/EEA).

Sang Raksasa Internet mendorong semua developer non-game secara global untuk mengajukan program ini. Jika memenuhi syarat, mereka dapat menggunakan sistem pembayaran pihak ketiga di wilayah yang disebutkan di atas.

Google memperkenalkan kebijakan serupa untuk developer dan pengguna non-game di EEA pada Juli lalu. Adapun pedoman yang baru adalah perpanjangan dari itu.

Ada diskon 3% untuk biaya pengembang yang menggunakan sistem penagihan pihak ketiga di wilayah EEA. Dengan adanya pengumuman baru ini, Google menawarkan diskon 4% untuk biaya kepada developer. Detail lebih lanjut tentang hal ini dijanjikan segera tersedia dalam beberapa pekan mendatang.

Informasi ini sangat penting bagi banyak developer karena persentase pemotongan yang diambil Google akan menentukan apakah mereka bersedia melewati kerepotan mengganti pemroses pembayaran.

Meskipun ekspansi baru ini mencakup beberapa pasar Android terbesar seperti India dan Indonesia, Google tampaknya mengabaikan pasar AS, di mana para pembuat undang-undang sedang menjajaki aturan yang bertujuan untuk mengekang monopoli Apple dan Google atas toko aplikasi. Pada bulan Juli, Google menyetujui penyelesaian USD 90 juta dengan developer yang berbasis di AS terkait masalah biaya Play Store.

"Android selalu menjadi sistem operasi terbuka yang unik, dan kami terus mengembangkan platform kami dan meningkatkan pilihan yang tersedia bagi pengembang dan pengguna, sambil mempertahankan kemampuan kami untuk berinvestasi dalam ekosistem," kata juru bicara Google seperti dikutip dari Tech Crunch.

"Kami akan berbagi lebih banyak dalam beberapa bulan mendatang karena kami terus membangun dan mengulanginya dengan mitra percontohan kami," sambungnya.

Google pertama kali menguji coba program ini dengan Spotify pada bulan Maret dan mengatakan akan perlahan-lahan membuat sistem penagihan pihak ketiga tersedia di semua pasar tempat Spotify Premium tersedia.

Kemudian pada bulan Mei, Google juga mencapai kesepakatan dengan Match Group atas aplikasinya yang menawarkan opsi pembayaran alternatif untuk pembelian dalam aplikasi.

Google sudah menawarkan sistem pembayaran pihak ketiga di Play Store untuk pengguna yang berbasis di Korea Selatan setelah negara tersebut mengeluarkan undang-undang yang melarang Google mewajibkan sistem pembayaran untuk pembelian dalam aplikasi. Namun, Google menawarkan diskon 4% untuk biaya developer di Korea Selatan.



Simak Video "Aplikasi Penyedot Pulsa yang Perlu Diwaspadai Pengguna Android"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT