Penyebab Ponsel Nokia Bangkrut Terungkap

ADVERTISEMENT

Penyebab Ponsel Nokia Bangkrut Terungkap

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 05 Jul 2022 15:45 WIB
Nokia 6600
Penyebab Nokia bangkrut. Foto: Getty Images
Jakarta -

Mungkin masih lekat dalam ingatan bagaimana ponsel Nokia dulu merajai pasar, termasuk di Indonesia. HP buatan mereka selalu trendi dan dikenal awet. Maka banyak yang terperangah melihat ambruknya Nokia sampai bangkrut. Apa yang terjadi sebenarnya pada masa itu?

Nokia bukan perusahaan pertama yang mengkomersialkan ponsel, namun bisa dikatakan yang benar-benar punya daya tarik besar buat jutaan umat. "Kembali di tahun 1990-an, tidak ada merek besar yang lain," kata Ben Wood, analis di CCS Insight.

"Nokia sangat dominan. Orang-orang tidak bicara soal merek apa, tapi hanya model ponselnya seperti 3210 atau apapun yang kamu punya," tambahnya, seperti dikutip detikINET dari BBC.

Sampai tahun 2007, Nokia tidak terkalahkan dengan market share 49,4% waktu itu menurut Gartner. Tapi kemudian terus anjlok menjadi 43,7% di tahun berikutnya, kemudian 41,4% dan 34,2%. Bahkan pada paruh pertama 2013, tinggal 3%.

Apa sebabnya kejatuhan Nokia begitu dramatis? Pertama menurut Wood adalah merasa terlalu puas karena berada di puncak sangat lama, sehingga tidak waspada. "Kepuasan melanda, di mana mereka merasa tidak bisa berbuat salah," papar Wood.

"Kemudian tiba-tiba, di Januari 2007, Steve Jobs berjalan ke panggung dan mengeluarkan iPhone dari sakunya dan mengubah dunia selamanya," imbuhnya.

Ya, kedatangan iPhone tidak mampu dijawab oleh Nokia. Apalagi kemudian datang pula deretan pasukan Android. Ketergantungan pada sistem operasi Symbian menjadi petaka karena terasa jadul.

"Mereka tidak merasa software penting. Nokia membuat ponsel yang bagus. Mereka melalui dekade inovasi hardware yang luar biasa, tapi Apple melihat bahwa yang diperlukan adalah layar dan sisanya tentang software," jelas Wood.

Halaman selanjutnya, nasib nahas Nokia>>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT