Kisah Dramatis di Balik Keruntuhan BlackBerry - Halaman 2

Kisah Dramatis di Balik Keruntuhan BlackBerry

ADVERTISEMENT

Kisah Dramatis di Balik Keruntuhan BlackBerry

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 11 Jun 2022 05:45 WIB
BlackBerry 8520 Gemini
Ponsel BlackBerry di masa silam. Foto: Pocket Lin

Namun masalahnya, eksekusinya berjalan lambat. Sebuah surat dari karyawan RIM pada tahun 2011 mengungkap kondisi kacau di internal perusahaan. "Kami terlambat bereaksi pada ancaman iPhone ketika kami menyaksikannya empat tahun silam," tulis surat itu.

"Kami tertawa dan berkata mereka mencoba menaruh komputer ke ponsel, tidak akan berhasil. Padahal seharusnya kami sudah bertransisi ke QNX pada saat itu. Sekarang, kami sudah terlambat 3 sampai 4 tahun," tambahnya.

Keterlambatan transisi ke layar sentuh itu membuat RIM jadi serba salah. Di satu sisi OS layar sentuh yang akan dinamakan BlackBerry 10 belum siap, dan di sisi lain ponsel BlackBerry yang dijual masih memakai BlackBerry 7. Konsumen mungkin jadi ragu jika harus membeli BlackBerry karena takut akan cepat jadul.

Kebingungan di manajemen BlackBerry juga kembali melanda tentang model ponsel seperti apa untuk BlackBerry 10. Pada awalnya, perusahaan rencananya akan meluncurkan ponsel sentuh sepenuhnya karena penjualan ponsel BlackBerry 7 dengan keyboard fisik masih bagus.

Akan tetapi tahun 2012, penjualan BlackBerry 7 mulai anjlok. Maka Lazaridis meminta selain layar sentuh, harus ada ponsel BlackBerry 10 dengan keyboard fisik untuk memenuhi permintaan fans loyal BlackBerry.

"Ini perangkat kita yang ikonik. Keyboard adalah salah satu alasan mereka membeli BlackBerry," kata Lazaridis seperti dikutip detikINET dari Globe and Mail.

Saat itu, RIM yang berganti nama menjadi BlackBerry dipimpin oleh CEO baru bernama Thorsten Heins. Ia sebenarnya ngotot ponsel BlackBerry 10 harus sepenuhnya layar sentuh karena yakin OS itu lebih baik dari iPhone ataupun Android.

Halaman selanjutnya: Semua akhirnya terlambat >>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT