Ponsel BlackBerry Tak Usah Dibangkitkan Lagi, Kenapa?

Ponsel BlackBerry Tak Usah Dibangkitkan Lagi, Kenapa?

ADVERTISEMENT

Ponsel BlackBerry Tak Usah Dibangkitkan Lagi, Kenapa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 02 Apr 2022 17:45 WIB
Seorang model menunjukkan Blackberry Classic saat peluncuran di Jakarta, Rabu (25/3/2015). Blackberry ini menggunakan jaringan 4G LTE dijual dengan harga Rp 5.599.000.
Ponsel BlackBerry. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Yang lalu biarlah berlalu. Mungkin istilah itu cocok bagi ponsel BlackBerry. Walau dulu begitu jaya dan digandrungi, mungkin ada baiknya ponsel BlackBerry tak usah dicoba untuk dibangkitkan kembali.

Belum lama ini, ada usaha membangkitkan lagi ponsel BlackBerry oleh sebuah startup asal Amerika Serikat bernama Onward Mobility. Dengan koneksi 5G dan mempertahankan keunggulan BlackBerry di masa lalu seperti keyboard fisik dan keamanan yang mumpuni, ponsel ini diharapkan kembali diminati.

Namun belum juga meluncur, rencana itu dibatalkan begitu saja setelah beberapa kali mengalami penundaan. Tidak disebutkan alasannya, namun mungkin karena minat di pasar untuk ponsel BlackBerry versi baru itu tak sesuai target yang telah ditetapkan.

Hal itu wajar saja. Zaman sudah berubah dan BlackBerry mungkin sudah dianggap sekadar nostalgia. Lagipula, kejayaan BlackBerry di masa silam antara lain sangat terbantu oleh BlackBerry Messenger atau BBM. Pelopor layanan pesan instan ini membuat BlackBerry sangat diminati.

Seperti diketahui, BBM sudah beberapa tahun silam dimatikan. Maka ketika ada ponsel BlackBerry anyar diluncurkan, seakan jiwanya sudah tidak ada.

"Ponsel BlackBerry yang diluncurkan kemudian berbasis Android, benar-benar meninggalkan jiwa BlackBerry. Ponsel itu hanya namanya saja yang BlackBerry. Maka kegagalan itu sudah pasti," sebut Android Authority yang dikutip detikINET.

"Lagi dan lagi, terbukti bahwa hampir tidak mungkin untuk membangkitkan kembali sebuah merek hanya dengan memakai namanya. BlackBerry yang baru sedikit hubungannya dengan perangkat yang lama dan apa yang membuatnya hebat. Mungkin ini waktunya merek yang sudah mati dibiarkan saja daripada menghancurkan warrisannya," pungkas mereka.

[Gambas:Youtube]

(fyk/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT