'Orion' Perkuat Mesin Cari Google
- detikInet
California -
Google rupanya tak hanya jago di dunia internet saja. Raksasa mesin cari itu ternyata juga pandai memikat hati incarannya. Buktinya, Google berhasil merayu Ori Allon, sang pembuat algoritma pencarian baru.Algoritma anyar yang dijuluki dengan "Orion" itu sedianya akan dipakai Google untuk memperkuat mesin pencariannya.Sebelumnya, untuk bisa merebut Orion, Google harus berhadapan dengan para rivalnya Microsoft dan Yahoo, yang juga sangat berkeinginan mengakuisisi tool tersebut. Namun, mahasiswa Israel dari University of New South Wales (UNSW) Australia itu akhirnya lebih memilih Google sebagai rekanannya.Algoritma ini diklaim mampu menampilkan hasil pencarian yang paling relevan. Orion membuat pencarian menjadi lebih mudah dan cepat. Algoritma ini mampu menyuguhkan text extract. Konon dengan fitur tersebut, pengguna internet tak perlu lagi membuka setiap link. Tool mesin cari ini juga disebut-sebut akan merombak cara pengguna mendapatkan informasi dari internet.Menurut koran Australia Sydney Morning Herald, Ori Allon adalah peneliti asal Israel yang berusia 26 tahun. Di tahun 1990an, Allon masuk ke Monash University. Setelah menyelesaikan studi S1 dan S2-nya, Allon pindah ke UNSW untuk melanjutkan studi dan penelitiannya.Mengenai akuisisi itu, baik Google, Allon dan pihak universitas tidak bersedia membeberkan dana akuisisi yang dikucurkan Google. Juru bicara Google hanya mengungkap pihaknya telah membeli aset Orion. Kini, Allon bekerja full time di Google yang bermarkas besar di California.Baru-baru ini raksasa mesin cari itu juga telah mengakuisisi Upstartle -- tim pengembang Writely -- dan @Last Software -- perusahaan yang bergerak di bidang aplikasi SketchUp 3D. Demikian dilansir detikINET dari softpedia, Selasa (11/4/2006). (dwn)
(rouzni/)