Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pilihan DVD Masa Depan: Membingungkan dan Mahal

Pilihan DVD Masa Depan: Membingungkan dan Mahal


- detikInet

Jakarta - Format DVD masa depan terbagi dalam dua kubu, Blu-Ray dan HD DVD. Perbedaan ini menghadapkan Konsumen pada pilihan yang membingungkan dan mahal.Perbedaan format DVD ini seperti mengulang kembali sejarah pada 25 tahun yang lalu, ketika muncul perbedaan format video antara VHS dan Betamax. Kebingungan konsumen juga terjadi saat itu.Format DVD generasi baru diharapkan menguntungkan konsumen, karena menawarkan kapasitas yang lebih besar. Namun kegagalan mencapai format tunggal, dikhawatirkan malah akan berdampak sebaliknya.Saat ini, industri tengah menyiapkan kemunculan produk-produk yang dilengkapi komponen berformat Blu-Ray dan HD DVD. Sony, sebagai pengibar bendera Blu-Ray, tengah menyiapkan pemutar Blu-Ray pada konsol game terbarunya PlayStation 3. Sementara Toshiba sebagai pemimpin kubu HD DVD, telah mengumumkan peluncuran notebook yang dilengkapi pemutar HD DVD.Hollywood, yang merupakan ikon industri film dunia, juga terbelah dalam dua format itu. Beberapa studio film memutuskan untuk merekam film hasil produksinya dalam format Blu-Ray, dan sebagian lain di format HD DVD. Demikian halnya dengan pelaku industri lainnya, mereka terbagi dalam dua format tersebut.Lalu apa yang bisa dilakukan konsumen? Haruskan mereka mengoleksi produk-produk yang mendukung kedua format tersebut? Hal ini tentunya bukan keputusan yang mudah.Pengamat menilai, belum banyak konsumen yang menyadari tantangan dan biaya tinggi di balik perbedaan format ini.Seperti dikutip detikinet, Senin (27/3/2006) dari CnetNews.com, analis Paul-Jon McNealy dari American Technology Research mengatakan, produk-produk elektronik tertentu seperti high-definition TV sets, kemungkinan tidak kompatibel dengan aplikasi perlindungan hak cipta di perangkat pemutar HD DVD dan Blu-Ray.Richard Doherty, analis dari Envisioneering mengatakan, kebanyakan sistem stereo tidak sepenuhnya mendukung kualitas suara sekelas home-theater yang dijanjikan HD DVD dan Blu-Ray.Kedua analis mengatakan, perangkat pemutar DVD yang baru mengharuskan konsumen untuk membeli kabel baru, yang mana itu tidak murah.Kedua format akan tertunda muncul ke pasaran, mengingat peluncurannya juga tertunda. Sony menunda pemasaran konsol PS3 hingga awal November. Target peluncuran produk Blu-Ray juga dihembuskan Samsung, yang berencana memasarkan perangkat pemutar DVD pada akhir Mei.Selain itu, penundaan peluncuran Vista oleh Microsoft juga berdampak pada penundaan kemunculan HD DVD, mengingat Vista mendukung format tersebut.Format Blu-Ray menjanjikan kapasitas penyimpan sebesar 27 gigabyte (GB) pada single-sided capacity, 50 GB pada dual-layer discs. Kecepatan membaca datanya mencapai 36 megabytes per detik (Mbps), cukup cepat untuk perekaman video berkualitas tinggi. Disk Blu-ray yang single-sided mampu menyimpan film berdurai 13 jam untuk data video yang standar. Sementara disk DVD yang single-sided saat ini hanya berdurasi 133 menit. Format ini didukung oleh Hitachi, LG, Matsushita (Panasonic), Pioneer, Philips, Samsung, Sharp, Sony dan Thomson.Sementara format HD DVD berkapasitas 15 GB untuk single layer, dan 30 GB pada dual-layer. Toshiba mengaku tengah mengembangkan format triple-layer dengan kapasitas 45 GB. Selain Toshiba, format ini juga didukung NEC, Sanyo dan sejumlah perusahaan elektronik lainnya. (nks) (ketepi/)





Hide Ads