Mau Kembangkan Chip ARM Sendiri, Microsoft?

Mau Kembangkan Chip ARM Sendiri, Microsoft?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 20 Des 2020 12:15 WIB
NEW YORK, NY - MAY 2: The Microsoft logo is illuminated on a wall during a Microsoft launch event to introduce the new Microsoft Surface laptop and Windows 10 S operating system, May 2, 2017 in New York City. The Windows 10 S operating system is geared toward the education market and is Microsofts answer to Googles Chrome OS. (Photo by Drew Angerer/Getty Images)
Foto: Drew Angerer/Getty Images
Jakarta -

Microsoft disebut tengah mendesain prosesor berbasis ARM yang kabarnya bakal dipakai di perangkat Surface yang akan datang.

Prosesor tersebut, selain bakal dipakai di perangkat Surface, juga akan dipakai di server yang menjalankan layanan cloud Azure, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Minggu (20/12/2020).

Saat ini Microsoft masih menggunakan prosesor Intel di mayoritas server Azure mereka. Begitu juga dengan jajaran perangkat Surface yang sudah ada di pasaran, meski ada juga yang sudah menggunakan chip ARM dari Qualcomm.

Microsoft sebelumnya juga sudah ikut serta dalam mendesain prosesor berbasis ARM, yaitu SQ1 yang dipakai di Surface Pro X keluaran 2019, dan SQ2 untuk keluaran 2020. Kemudian AMD pun juga memproduksi Surface dengan prosesor Ryzen, yaitu Surface Laptop 3, hasil kerja barengnya dengan AMD.

Jika benar Microsoft bakal meninggalkan Intel dan beralih ke ARM, terutama untuk perangkat server, dampaknya akan besar bagi Intel. Karena artinya pasar mereka akan semakin tergerus. Meski masih menguasai pasar prosesor server, saat ini AMD juga sudah mulai merambah ranah tersebut lewat lini prosesor EPYC-nya.

Ditambah lagi, Apple sudah mulai merilis perangkat Mac dengan chip Apple Silicon yang juga berbasis ARM, meninggalkan prosesor Intel yang sebelumnya mereka pakai.

Di sisi lain, ada juga Amazon, yang tampaknya juga menjadi ancaman bagi Intel dan AMD. Karena mereka sudah mengembangkan prosesor ARM-nya sendiri yang bernama Graviton2, dirilis 2019 lalu dan dipakai di Amazon Web Services (AWS).

Prosesor ARM untuk server saat ini memang persentasenya masih sangat kecil. Meskipun performa dan keuntungan dari segi biayanya disebut lebih baik ketimbang x86 ataupun x64.



Simak Video "Microsoft Akan Genjot Bukalapak Rp 1,46 T"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)