Menguak Alasan Sebenarnya iPhone 12 Dijual Tanpa Charger

Menguak Alasan Sebenarnya iPhone 12 Dijual Tanpa Charger

Fino Yurio Kristo - detikInet
Minggu, 18 Okt 2020 05:21 WIB
iPhone 12
iPhone 12. Foto: PCMag Asua
Jakarta -

Dijual tanpa charger dan earphone, iPhone 12 hadir dalam kemasan minimalis. Apple beralasan ingin menjadi lebih ramah lingkungan. Akan tetapi tampaknya ada alasan lain di balik kebijakan tersebut.

Menurut Apple, tanpa harus menyertakan charger dan earphone, maka proses penambangan bahan di alam untuk membuatnya dapat ditekan yang pada akhirnya berujung pada berkurangnya emisi karbon.

Namun diduga kuat ada alasan lain. Pertama adalah untuk penghematan. Komponen 5G yang ada di semua model iPhone berharga cukup mahal. Maka sebagai kompensasi, charger dan earphone pun dikorbankan.

Diestimasi bahwa komponen frekuensi radio saja di iPhone 12 biayanya sekitar 30% lebih banyak dari iPhone sebelumnya. "Maka Apple menekan ongkos di aspek iPhone lainnya," kata Angelo Zino, analis di CFRA Research.

Tak sekadar hemat, dihilangkannya charger dan earphone iPhone 12 juga diestimasi menambah laba Apple walau cuma sekitar 1%. Mungkin malah itulah alasan sebenarnya, yaitu agar keuntungan dari iPhone tetap terjaga.

"Saya berpikir hal ini secara umum adalah sebagai sebuah manuver untuk menjaga keuntungan ponsel itu," sebut Gene Munster, analis dari Loup Ventures.

Jadi selain misi menjaga planet Bumi, aksi Apple tersebut juga bagus secara bisnis. Apple berasumsi pembeli iPhone 12 sudah punya charger dan earphone dari iPhone kepunyaan mereka sebelumnya.

Namun demikian, bisa jadi user tetap membeli iPhone atau AirPods secara terpisah. Hal itu akan makin menambah keuntungan Apple, tapi misi mereka lebih ramah lingkungan jadi kurang berhasil.

Ya, membeli charger dan earphone lagi, baik dari Apple atau vendor aksesoris lain, tetap saja akan menambah kemasan atau emisi karbon saat pengantaran barang.

Tak heran jika sebagian pihak menganggap langkah Apple itu kurang efektif. Akan lebih baik misalnya jika mereka mempermudah proses daur ulang gadget yang sudah tidak digunakan atau memperbanyak barang refurbish.

"Perusahaan ini akan punya dampak lebih besar jika membuat produk yang lebih mudah di-refurbish sehingga tidak menjadi sampah dalam beberapa tahun," saran Scott Cassel, CEO of the non profit Product Stewardship Institute yang dikutip detikINET dari The Verge.



Simak Video "Bocoran iPhone 12 yang Siap Meluncur Malam Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)