Jual Ponsel Belasan Juta, Realme Tampik Masuk ke Pasar Premium

Jual Ponsel Belasan Juta, Realme Tampik Masuk ke Pasar Premium

Adi Fida Rahman - detikInet
Senin, 07 Sep 2020 20:30 WIB
Realme X50 Pro 5G
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Awal hadir dua tahun lalu, Realme fokus berjualan ponsel yang harganya terjangkau. Kini mereka sudah berani jual ponsel yang harganya belasan juta rupiah.

Vice President and Global Marketing President Realme Xu Qi mengatakan setiap produk punya posisi yang berbeda di masing-masing pasar. Di Indonesia sendiri, Realme C series menjadi ponsel mereka yang paling laku, dan sejauh ini mendapat review bagus dari pengguna.

"Realme C series meski harganya terjangkau, tapi ponsel ini menawarkan pengalaman yang unik," kata Qi saat berbincang secara online usai perhelatan IFA 2020.

Kendati ponsel murahnya yang punya penjualan bagus, Realme begitu percaya diri merilis perangkat flagship premium. Belum lama ini mereka telah resmi merilis Realme X50 Pro 5G di Indonesia.

Dengan harga Rp 11.999.000, menasibkan Realme masuk ke pasar ponsel flagship premium di Tanah Air. Tapi lucunya Realme tak mengakui hal tersebut.

"Kami tidak memasuki pasar kelas atas. Sebaliknya, kami secara konsisten menghadirkan produk dengan lompatan ke depan dari teknologi paling mutakhir di industri, dan menghadirkannya dengan harga yang wajar," ujar Qi.

Dicontohkannya saat IFA 2020, pihaknya memperkenalkan Smart TV 55 inch yang membawa layar ultra-wide color gamut, Realme Buds Air Pro dan Watch S Pro. Ketiganya membawa konfigurasi kelas atas tetapi terjangkau dari segi harga.

"Kami telah menerapkan konfigurasi kelas atas pada produk dengan kisaran harga yang lebih bersahabat, memberi pengguna lebih banyak pilihan," tutur Qi.

"Realme selalu berkomitmen untuk memungkinkan kaum muda di seluruh dunia membeli produk pintar berkinerja cepat dan punya desain yang menjadi penentu tren dengan harga pantas," lanjutnya.

COVID-19

Pandemi COVID-19 telah berdampak pada ekonomi global, tidak terkecuali bisnis Realme. Pun begitu mereka telah melakukan sejumlah upaya agar bisnisnya tidak terhantam begitu keras.

Ada sejumlah upaya yang telah dijalankan. Pertama melakukan pemasaran yang fleksibel dan beragam. Langkah tersebut sejauh ini dinilai cukup efektif.

"Sementara banyak pesaing kami tetap ragu-ragu, Realme beralih ke peluncuran produk online, sehingga terus memberi informasi terbaru kepada konsumen tentang produk anyar kami. Ini bukan usaha pertama kami untuk online, karena Realme telah merintis untuk meluncurkan produk kami secara online dalam format talk show jauh sebelum pandemi. Selain online, kami membuat peluncurannya menyenangkan, menarik, dan trendi bagi anak muda, serta dapat menarik massa, papar Qi.

Kedua, Realme menghabiskan banyak waktu coba mencari cara agar mengirimkan produk ke pelanggan secepat dan seaman mungkin dalam menghadapi gangguan logistik sebelumnya. Strategi 'pengiriman tanpa kontak' dan 'semua orang adalah duta Realme' telah memungkinkan mereka untuk membuat produknya tetap populer.

"Kamu bisa melihat banyak staf toko yang secara proaktif mempromosikan produk kami di akun media sosial pribadinya bahkan membuat video unboxing dan review,' ungkap Qi.

Semua langkah yang dilakukan Realme akhirnya berbuah manis. Di saat banyak vendor mengalami penurunan, Realme kebalikannya.

Pada kuartal pertama tahun 2020, penjualan mereka tumbuh 157% YoY, menjadikannya salah satu dari hanya dua merek yang mencatatkan pertumbuhan positif secara global.

Di kuartal kedua, Realme menjadi satu-satunya merek smartphone di dunia yang mencapai pertumbuhan dua digit. Tak sampai di situ, vendor asal China ini jadi merek teratas ketujuh dalam hal pengiriman smartphone global selama empat kuartal berturut-turut.

"Di masa depan, kami akan terus memanfaatkan kekuatan kami sebagai merek muda dan tetap fleksibel terhadap perubahan pasar guna menopang pertumbuhan," pungkas Qi.



Simak Video "Realme 7 dan 7i Sematkan Fitur Paling Ditunggu-tunggu Fansnya"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/fay)