Hillary Clinton Bertekad Batasi Penjualan Game Esek-Esek
- detikInet
Jakarta -
Guna melindungi anak dari video game esek-esek, Senator Hillary Rodham Clinton berencana menetapkan rancangan undang-undang. Rancangan ini dijuluki dengan Family Entertainment Protection Act. Sedianya penjualan video game 'dewasa' akan dibatasi. Rancangan ini juga didukung oleh Senator asal Connecticut, Joe Lieberman. Selain membatasi penjualan game 'dewasa', Family Entertainment Protection Act juga bertujuan untuk menjamin agar konsumen bisa melayangkan pengaduan langsung ke Federal Trade Commission (FTC) terkait konten game seperti itu.Rancangan ini berawal saat Clinton meminta FTC memeriksa konten cabul yang kedapatan beredar di video game "Grand Theft Auto: San Andreas" Juli silam. FTC mulai melakukan pemeriksaan game itu akhir bulan. Alhasil, game tersebut ditarik dari peredaran dan diluncurkan kembali tanpa adegan 'panas'.Menurut Clinton, pembatasan penjualan video game berbau esek-esek untuk orang dewasa bukan bagian dari usulan perundang-undangan yang diajukannya. Clinton menegaskan bahwa usulannya hanya ingin melindungi anak dan menjamin agar bocah di bawah umur tidak bisa mendapatkan game seperti itu dengan mudah."Ada bukti kuat yang mengarah pada hubungan antara kekerasan video game dan kelakuan anak yang agresif," imbuh Senator Lieberman seperti dilansir detikinet Jumat (2/12/2005) dari betanews.com."Yang kami lakukan bukanlah menyensor video yang ditujukan untuk orang dewasa, tetapi kami hanya mau memastikan bahwa video ini tidak dibeli oleh anak-anak", tandasnya lagi.Menurut penelitian yang dilakukan oleh National Institute on Media and the Family, pihak Clinton menyimpulkan bahwa para pengecer kini menjadi lebih tidak tegas dalam menjual video game. Buktinya, dari sepuluh game dewasa yang terjual, empat diantaranya dibeli oleh anak laki-laki berusia sembilan tahun.Secara federal, rancangan ini melarang penjualan game dewasa untuk anak di bawah usia 17 tahun. Entertainment Software Rating Board (ESRB) juga akan dilibatkan agar sistim penilaian game terjamin.FTC juga diberi wewenang untuk menyelidiki penilaian yang menyesatkan. Begitu juga dengan badan penyidik yang berkesempatan untuk mengambil tindakan jika menemukan masalah.Disetujui atau tidak rancangan tersebut? Hal ini masih diperdebatkan dan ditentang beberapa kalangan.
(ien/)