Kamis, 23 Mei 2019 20:17 WIB

Ponsel Huawei Terusik Sanksi Google

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ponsel Huawei. Foto: Sina Mobile Ponsel Huawei. Foto: Sina Mobile
Jakarta - Setelah masuk dalam daftar hitam Amerika Serikat, Huawei sudah menyiapkan sejumlah antisipasi, salah satunya dengan mengembangkan sistem operasi miliknya sendiri. Meski demikian, terusik bisnis ponsel Huawei akibat pembatasan yang diberlakukan oleh Google dan sejumlah perusahaan teknologi lainnya mulai terlihat.

Situs asal Britania Raya, Music Magpie, melaporkan ada peningkatan tajam terhadap aktivitas tukar-tambah yang dilakukan oleh pemilik ponsel Huawei. Hal ini terjadi selama 24 jam setelah Google mengumumkan pembatasan akses Android oleh vendor asal China tersebut.


Jika bicara angka, persentase pertumbuhannya mencapai 154%. Selain itu, Huawei tercatat sebagai merk dengan unit smartphone yang paling banyak dijual hingga awal pekan ini, sebagaimana detikINET kutip dari Gizmochina, Kamis (23/5/2019).

Kemudian, EE dan Vodafone, dua operator yang beroperasi di Inggris, juga menghapus nama Huawei dari rencana penyediaan layanan 5G di Negeri Ratu Elizabeth. Hal ini dilakukan jelang rencana keduanya untuk menggulirkan teknologi tersebut pada 30 Mei (EE) dan 3 Juli (Vodafone).

Selain itu, laporan dari ADSLZone, portal berita asal Spanyol. menunjukkan terdapat lebih dari 10 ribu pesanan terhadap ponsel Huawei dibatalkan di situs Amazon di Negeri matador. Hal tersebut terjadi dalam selang waktu 36 jam setelah pengumuman Google di atas.

Masih di Spanyol, El Pais juga melaporkan lebih dari 15 ribu perangkat Huawei dikembalikan ke Amazon dalam beberapa hari terakhir. Lebih lanjut, program Prime Day yang dicanangkan Huawei dengan Amazon di Spanyol serta sejumlah kampanye-kampanye lainnya, termasuk yang fokus dalam memasarkan seri P30, turut dibatalkan oleh vendor ponsel nomor dua di dunia itu.

Fenomena semacam itu tidak cuma terjadi di Eropa. Pasar Asia juga menunjukkan gejala serupa. Walaupun sebenarnya perangkat yang sudah ada tidak akan terpengaruh oleh sanksi dari perusahaan AS dan tetap mendapatkan update.

Di Jepang, misalnya, Softbank dan KDDI, dua penyedia layanan telekomunikasi di Negeri Sakura, telah membatalkan sejumlah peluncuran perangkat Huawei. Salah satu korbannya adalah P30 Lite yang harusnya mulai dijual Jumat, 24 Mei 2019.


Menjadi tantangan tersendiri bagi Huawei dalam mengembalikan kepercayaan penggunanya. Salah satunya bisa jadi dengan benar-benar menggulirkan sistem operasi pengganti Android buatannya sendiri pada akhir tahun ini, seperti sempat diutarakan oleh Richard Yu, CEO of Consumer Business Group Huawei.

Menarik untuk ditunggu bagaimana perusahaan yang berkantor pusat di Shenzen itu bertahan dari badai yang terus menerpanya dalam beberapa waktu belakangan. Terlebih, badai ini muncul di tengah-tengah rencananya untuk menyalip Samsung sebagai vendor ponsel nomor satu di dunia. (mon/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed