Kamis, 21 Mar 2019 16:25 WIB

Microsoft Mulai Hitung Mundur Menuju Akhir Riwayat Windows 7

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Oli Scarff/Getty Images Foto: Oli Scarff/Getty Images
Jakarta - Microsoft resmi menggulirkan patch update yang berisikan peringatan ke pengguna Windows 7, bahwa dukungan dan pembaruan keamanan untuk sistem operasi tersebut akan berakhir.

Update Windows 7 itu akan memunculkan sebuah layar peringatan yang diperlihatkan buat pengguna ketika komputer dihidupkan, berisikan peringatan bahwa dukungan kepada sistem operasi tersebut akan berakhir.

Microsoft memang tidak akan lagi memberikan pembaruan untuk celah keamanan di Windows 7 sejak 14 Januari 2020. Tenggat waktu ini datang sekitar 10 tahun sejak Windows 7 kali pertama diperkenalkan tahun 2009.




Untuk pelanggan enterprise pada Windows 7 setidaknya ada opsi membayar untuk ekstensi pembaruan keamanan hingga tahun 2023. Demikian dilansir detikINET dari TechCrunch, Kamis (21/3/2019).

Windows 7 sendiri saat ini masih menjadi sistem operasi yang mendominasi pasar desktop, dengan pangasa pasar sebesar 40,2%.

Microsoft sudah terus mendorong pengguna Windows 7 untuk update menuju Windows 10 agar memiliki jaminan update keamanan yang lebih baik. Microsoft bahkan sempat menawarkan pengguna Windows 7 untuk upgrade ke Windows 10 secara cuma-cuma.




Walaupun dukungan resmi terhadap Windows 7 akan berakhir, Microsoft mungkin akan membuat pengecualian jika ada ancaman keamanan dengan skala besar. Di masa lalu, paling tidak, pernah ada kasus penyebaran ransomware WannaCry yang membuat Microsoft mengeluarkan update untuk Windows XP yang saat itu sebenarnya telah dipensiunkan selama tiga tahun.

Sedangkan untuk pengguna Windows 8, masih ada waktu cukup banyak untuk upgrade ke sistem operasi terbaru. Microsoft baru akan menghentikan dukungan untuk penerus Windows 7 ini pada 10 Januari 2023.


(vim/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed