Rabu, 09 Mei 2018 20:19 WIB

LG Produksi Sendiri Ponselnya di Indonesia

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan
Jakarta - Demi mematuhi aturan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri), LG Indonesia sampai menggandeng PT ARM untuk perakitan di Tanah Air. Namun, per tanggal 4 Mei lalu LG memutuskan untuk mengakhiri kerjasama tersebut.

Ketimbang menggunakan layanan perakitan pihak ketiga, LG Indonesia sudah mulai memanfaatkan fasilitas perakitannya sendiri di Cibitung, Jawa Barat.Fasilitas ini sebelumnya sudah lebih dulu dipakai LG Indonesia untuk merakit produk elektronik, seperti kulkas dan televisi.

Head of LG Mobile Communication Indonesia Heegyun Jang mengatakan bahwa tidak ada alasan khusus mengapa pihaknya memutuskan untuk merakit sendiri. Menurutnya sudah jadi hal yang wajar apabila LG merakit produknya sendiri.


"Dua tahun yang lalu ketika kami memulai, ada aturan TKDN. Pada saat itu, untuk bisa mematuhi aturan tersebut, pihak ketiga merupakan solusi yang paling cepat," ujar Jang ketika ditemui detikINET di kantor LG Indonesia, Rabu (9/5/2018).

Dengan perakitan di pabriknya sendiri, lanjut Jang, maka LG bisa memberikan kualitas dan layanan yang bagus untuk konsumen. Karena baru memulai, saat ini baru hanya ada satu lini produksi di fasilitas perakitan tersebut.

Tak hanya itu, dengan perakitan di pabriknya sendiri maka LG Indonesia menjanjikan akan lebih cepat membawa masuk produk terbaru. G7+ ThinQ ini menjadi salah satu produk yang dirakit di Cibitung tadi.


"Bila produk-produk sebelumnya ada gap sekitar dua bulan dari peluncuran global, maka untuk G7+ ThinQ ini kami bisa percepat," paparnya.

Sayang Jang tidak memberikan rincian kapan tepatnya smartphone flagship terbaru LG ini bakal meluncur. "Segera," ujarnya singkat.

[Gambas:Video 20detik] (mag/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed