Seperti disampaikan oleh Vice President Handphone Category Blibli Christian Ng, saat ini terjadi pergeseran kebiasaan masyarakat Indonesia dalam berbelanja, yang tadinya offline menjadi online. Bila beberapa tahun yang lalu e-commerce hanya dimanfaatkan untuk mencari barang lalu belanja secara offline, maka kini masyarakat mulai banyak belanja di online.
"Dari catatan Blibli, kami menemukan terjadinya pergeseran kebiasaan belanja. Berdasarkan data yang kami ambil di tahun 2016, misalnya sekitar 42% masyarakat Indonesia mencari lalu belanja di online. Sementara yang mencari di online lalu belanja di toko (offline) hanya 22%," ujarnya di Jakarta, Kamis (3/5/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyusul diposisi berikutnya ada generasi X dengan persentase 41%, lalu Baby Boomers (mereka yang lahir tahun 1960an) dengan persentase 19%, dan Senior dengan persentase 8%.
Turut menambahkan, Senior Marcom Manager Blibli Lani Rahayu mengatakan bahwa milenial shifting belanja online semakin besar. Tren ini dipengaruhi oleh media sosial.
"Media sosial mereka lihat Instagram, Facebook, dan Line, itu tuh mereka merasa terpicu. Mereka jadi tahu produk apa saja yang ingin mereka beli dan mereka itu bersedia untuk membeli produk-produk yang bisa bikin mereka lebih berarti," ujar Lani di kesempatan yang sama.
Berkaitan dengan generasi milenial, Lani juga memaparkan daya beli yang dimiliki oleh milenial dalam membeli smartphone. Di Blibli, menurut Lani, milenial berani menghabiskan uang untuk membeli smartphone di kisaran Rp 3 sampai Rp 4 juta.
"Kalau di kategori lain, seperti lifestyle, fashion, aksesoris kamera, itu sekitar Rp 1,5 jutaan lah," pungkasnya. (mag/asj)