Rapor Tahunan ala Konsumen
Windows vs Linux Relatif Imbang
- detikInet
Jakarta -
Persaingan antara sistem operasi Windows dan Linux pada arena server perusahaan ternyata masih ketat. Sebuah studi menunjukkan, tidak banyak perbedaan antara keduanya.Kebanyakan dari pelaku bisnis di Amerika Serikat mengatakan tidak banyak bedanya antara biaya pengelolaan Windows dan Linux. Hal itu diungkapkan dalam sebuah studi yang dilakukan analis New Yankee baru-baru ini.Menurut analis dari Yankee, Laura Didio, perbedaan utama biaya antara kedua sistem operasi tersebut juga harus diperhitungkan dari waktu yang diperlukan untuk mengembangkan aplikasi atau perhatian dari sisi keamanan server. "Kita dapat asumsikan bahwa biaya tidak selalu tergantung pada fungsi utama sistem operasi" kata Didio, seperti dikutip Reuters, Selasa (05/04/2005).Studi tersebut menyebutkan, 88 persen dari responden mengatakan kualitas, performa dan kehandalan dari Windows setara atau lebih baik dari Linux. Linux adalah sistem operasi yang dapat diperbanyak dan dimodifikasi secara cuma-cuma. Sedangkan Windows adalah sistem operasi komersial buatan Microsoft. Linux dan Windows beberapa tahun belakangan terlibat persaingan ketat memperebutkan pangsa pasar server perusahaan.Dalam banyak kasus, persaingan Linux dan Windows berdampak pada 'merosotnya' pasar server dari Sun Microsystems Inc. Sun adalah produsen server berbasis Unix, yang pernah berpengaruh pada perkembangan internet di tahun 1990an.Didio juga mengatakan kebanyakan perusahaan jarang sekali mau melakukan perubahan drastis pada sistem operasi yang digunakan. Lagipula, lanjut Didio, biasanya digunakan kombinasi Windows dan Linux untuk memenuhi kebutuhan mereka.Didio menambahkan, banyak perusahaan tidak merunut biaya operasional berdasarkan total cost of ownership (TCO) alias biaya kepemilikan total. Padahal, lanjutnya, TCO adalah ukuran utama ketika membandingkan antara Linux dengan Windows.Chief Executive Red Hat Inc. Matthew Szulik mengatakan, beberapa pelanggannya mengaku merasakan penurunan biaya operasional yang cukup drastis setelah memakai Linux. Red Hat adalah perusahaan penyedia layanan support dan update Linux terunggul saat ini. Rapor Keamanan Microsoft MembaikPenelitian itu juga menunjukan bahwa terdapat peningkatan yang cukup tajam dalam penilaian perusahaan terhadap kinerja keamanan Microsoft. Nilainya telah mendekati nilai yang dicapai Linux.Dalam skala 1 sampai 10, keamanan produk Microsoft meraih nilai 7,6. Itu dua kali lipat nilai Microsoft pada survei serupa tahun lalu. Sedangkan Linux tidak berubah pada nilai 8,3.Didio mengatakan nilai Microsoft membaik karena dua hal. Pertama, upaya Microsoft untuk membuat siklus bulanan update keamanan dan, kedua, usaha yang tak gentar untuk menepis isu-isu keamanan yang muncul.Hal lain yang menjadi pertimbangan perusahaan adalah biaya yang diperlukan untuk pengembangan aplikasi atau program lain yang dijalankan pada jaringan komputer. Didio mengatakan, software seperti Visual Studio terbukti membantu meningkatkan 'daya tarik' Windows.Pada akhirnya, kebanyakan perusahaan tetap bersikukuh menggunakan jaringan yang sudah ada. Kemudian, jika perlu, perusahaan akan menambahkan server Windows atau Linux sesuai kebutuhan. "Perusahaan butuh lebih banyak alasan untuk migrasi daripada untuk tetap menggunakan yang sudah ada," jelas Didio.
(rouzni/)