Kamis, 01 Feb 2018 18:25 WIB

'Senjata Api' Elon Musk Tetap Laris Meski Picu Kontroversi

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Flamethrower. Foto: Instagram Flamethrower. Foto: Instagram
Jakarta - Walaupun usaha Elon Musk untuk menjual flamethrower sempat ingin dihentikan oleh seorang politisi, namun pelontar api tersebut tetap habis diserbu pembeli.

Belum lama ini, Elon Musk telah mengumumkan untuk menjual 20 ribu unit flamethrower dalam mendukung operasional The Boring Company yang tengah disibukkan dengan penggalian terowongan untuk Loop, sebuah sistem transportasi modern.

Hal ini ternyata mengundang reaksi negatif dari Miguel Santiago, anggota California State Assembly. Ia berencana untuk mencegah perusahaan Elon Musk tersebut untuk menjual pelontar api kepada masyarakat luas, atau paling tidak di kawasan California, seperti detikINET kutip The Verge, Kamis (1/2/2018).

"Negara bagian California dan Kota Los Angeles telah percaya kepada Elon Musk untuk memecahkan masalah publik dengan melakukan penggalian terowongan bawah tanah untuk mengatasi kemacetan. Namun, penyimpangan ini tak ubahnya sebagai tamparan yang mengarah tepat ke wajah," ujarnya.



"Layaknya masyarakat Amerika Serikat kebanyakan, saya kagum dengan Elon Musk selaku otak di balik Tesla, PayPal, SolarCity, dan SpaceX. Tapi, saya tidak bisa membayangkan masalah yang menimpa pemadam kebakaran dan kepolisian dari kemunculan flamthrower tersebut," ia menambahkan.

Meskipun begitu, Elon Musk sendiri sudah mengkonfirmasi melalui kicauan di Twitter bahwa pelontar api miliknya tidak terbentur peraturan dari Bureau of Alcohol, Tobacco, Firearms and Explosives (ATF) terkait definisi flamethrower ilegal.

Menurut ATF, flamethrower yang memiliki jangkauan api dibawah 10 kaki (3 meter), masih terhitung aman, begitupun dengan 'mainan' yang diproduksi The Boring Company tersebut.



Menariknya, kini Elon Musk dan The Boring Company sudah berhasil menjual seluruh persediaan flamethrower, yang masing-masing dihargai USD 500 atau sekitar Rp 6,7 juta.

Tidak hanya mendapat flamethrower, para pembeli juga akan dibekali dengan alat pemadam api ringan secara gratis, sebagaimana disebutkan Elon Musk dalam salah satu cuitannya.

Jika dihitung, maka The Boring Company berhasil mengumpulkan sekitar USD 10 juta atau sekitar Rp 134 miliar dalam waktu sekitar 100 jam, terhitung saat ia mengumumkan penjualan pada 28 Januari lalu, hingga Elon Musk mengatakan bahwa pelontar api tersebut sudah habis terjual hari ini melalui Twitter.

Pengiriman flamethrower akan dimulai saat musim panas nanti. Jika masih berniat untuk menghalangi Elon Musk, mungkin Santiago dapat membajak kapal yang membawa muatan pelontar api tersebut. (fyk/rou)