Senin, 04 Sep 2017 12:01 WIB

Sony Xperia XZ1 Tuai Kritikan, Kenapa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Xperia XZ1. Foto: Pocketlint Xperia XZ1. Foto: Pocketlint
Jakarta - Xperia XZ1 dan Xperia XZ1 Compact menjadi smartphone jagoan baru yang dirilis Sony. Tapi handset ini langsung menuai beberapa kritikan.

Jeroannya memang cukup mumpuni, dengan prosesor terkini Qualcomm Snapdragon 835. Ada pula fitur unik aplikasi 3D Creator, memungkinkan user melakukan scan 3D ke beragam obyek dan membagikannya ke media sosial atau pesan instan. Ada empat modenya yakni head scan, face scan, food scan dan freeform scan. Tapi selain itu tak ada yang istimewa.

Layarnya masih full HD dan baterai 2.700 mAh. Dari sisi desain, juga tidak ada perubahan berarti dari pakem desain Sony selama ini. Dan harganya tak bisa dibilang murah, Xperia XZ1 dipatok USD 700 dan Xperia XZ1 Compact USD 600.

"Sony Xperia XZ1 menderita gangguan yang diderita ponsel premium perusahaan ini selama bertahun-tahun, yaitu terlalu mahal dengan apa yang ditawarkan," cecar Cherlynn Low dari media teknologi Endgadget.

"Sepertinya Sony terus berpikir kalau mereka bisa memasang harga tinggi seperti halnya banderol flagship Samsung dan Apple. Tapi Sony tak punya pengaruh atau fans seperti yang dimiliki Samsung dan Apple," papar dia.

Ia menilai Xperia memang smartphone bagus, tapi tak secanggih ponsel Galaxy atau iPhone generasi terbaru. Bahkan pemindai sidik jari pun absen di Xperia XZ1. Maka alangkah baiknya kalau Sony mempertimbangkan ulang harganya.

"Aku sungguh berharap Sony bisa berpikir kembali soal bagaimana mereka memasang harga produknya," pungkas Cherlynn. (fyk/rns)
Xperia XZ1. Foto: Pocketlint
Foto: Pocketlint
Foto: Pocketlint
Foto: Pocketlint
Foto: Pocketlint
Foto: Pocketlint
Foto: Pocketlint
Foto: Pocketlint
Foto: Pocketlint
Foto: Pocketlint
Foto: Pocketlint
Foto: Pocketlint
Foto: Pocketlint
Foto: Pocketlint
Foto: Pocketlint
Foto: Pocketlint
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed