Bahkan, vendor smartphone asal China tersebut telah mencapai 32%, melampaui 30% persentase yang ditetapkan dalam kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 65/2016.
"Puji syukur karena presentasi komponen lokal dalam negeri kami telah berhasil memenuhi syarat pemerintah, dan bahkan lebih," kata Peter Wang, Brand Director Vivo Mobile Indonesia kepada detikINET di Jakarta, Selasa (2/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemenuhan kandungan lokal dalam negeri ini juga merupakan salah satu bukti bahwa Vivo bersungguh-sungguh menjalankan bisnisnya di Indonesia," lanjut Peter dalam perbincangan.
Berdasarkan laporan International Data Corporation (IDC) untuk Mobile Phone Tracker Global pada kuartal pertama 2017, Vivo masuk dalam jajaran lima besar vendor smartphone terbesar di seluruh dunia untuk market share, distribusi global, serta pertumbuhan pasar dari tahun ke tahun (YoY).
"Ini tentu saja menjadi motivasi bagi Vivo Smartphone untuk terus mengembangkan pasarnya di seluruh dunia, termasuk Indonesia," pungkas Peter. (rou/rou)