Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Kasus Overheat Masih Jadi Kendala di Galaxy S7

Kasus Overheat Masih Jadi Kendala di Galaxy S7


Anggoro Suryo Jati - detikInet

Ilustrasi (istimewa)
Jakarta -

Meski belum dirilis, kabar buruk sudah menghampiri prosesor Snapdragon 820. Penerus Snapdragon 810 tersebut dikabarkan tetap mempunyai masalah overheat, yang membuat Samsung terpaksa memodifikasi prosesor tersebut.

Sebelumnya Samsung disebut tak menggunakan Snapdragon 810 karena panas berlebih yang dihasilkan oleh prosesor tersebut. Nah, di Galaxy S7 kabarnya Samsung akan kembali menggunakan prosesor Snapdragon 820 buatan Qualcomm tersebut.

Namun prosesor tersebut ternyata tetap mengalami overheat dan Samsung pun berusaha memperbaiki masalah tersebut. Seperti membuat sebuah patch yang akan memodifikasi kontrol program dari mikroprosesor untuk mengurangi panas yang dihasilkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika cara ini tetap tak berhasil, Samsung kabarnya akan menggunakan heatpipe di Galaxy S7, untuk menyalurkan panas tersebut ke luar bodi ponsel. Langkah yang sama digunakan oleh Sony di Xperia Z5, yang menggunakan Snapdragon 810, dikutip detikINET dari Ubergizmo, Rabu (28/10/2015).

Sampai saat ini, belum ada laporan lain soal overheat di Snapdragon 820, karena Qualcomm pun belum merilis prosesor jagoannya ini. Mereka hanya memamerkan sejumlah fitur anyar yang ada di Snapdragon 820, seperti dukungan terhadap Quick Charge 3.0, modem yang lebih kencang dan lainnya.

Qualcomm pun menyangkal kebenaran kabar overheat yang menimpa prosesor terbarunya ini, yang mereka ungkapkan dalam keterangan pers yang diterima detikINET, Jumat (30/10/2015).

"Rumor yang beredar di media terkait dengan performa Snapdragon 820 adalah tidak benar. Snapdragon 820 menunjukan peningkatan di seluruh IP blocks dan difabrikasi dengan menggunakan proses teknologi 14nm generasi kedua. Chipset tersebut memenuhi seluruh standar spesifikasi kami, dan yang lebih penting lagi, Snapdragon 820 telah memenuhi standar spesifikasi dan manajemen termal dari mitra OEMs," tulis perusahaan asal Amerika Serikat tersebut dalam keterangan persnya.

(asj/rou)







Hide Ads