Kabar bahwa ponsel Project Ara gagal melewati drop test karena magnet yang kurang kuat ternyata tidaklah benar. Ternyata Google hanya bercanda ketika memposting tweet mengenai ponsel 'jangkrik' buatannya itu.
Hari ini, Jumat (21/8/2015), akun @ProjectAra memposting sebuah tweet anyar yang menyatakan hal tersebut. Mereka menyebut bahwa hashtag yang mereka gunakan sebelumnya -- #FailedTheDropTest -- lelucon belaka.
"Jadi #FailedTheDropTest adalah sebuah lelucon. Ini tidak gagal. Kami sudah mempunyai solusi baru. Ini juga lebih baik. #WorkingOnOurHumor," tulis mereka, seperti dikutip detikINET dari Phone Arena, Jumat (21/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Google dalam akun Twitter @ProjectAra menyebut bahwa Project Ara tak lagi menggunakan electropermanent magnet, seraya menulis tagar #FailedTheDropTest. "Tak ada lagi magnet electropermanent #ProjectAra #FailedTheDropTest".
Kicauan ini adalah lanjutan dari pernyataan Google yang menyebut bahwa peluncuran ponsel 'jangkrik' itu mengalami penundaan hingga tahun 2016 mendatang. Proyek yang pertama diperkenalkan ke publik di gelaran Google I/O 2015 lalu itu awalnya disebut akan diluncukan pada akhir tahun 2015 ini di Puerto Rico, meski akhirnya meleset.
(asj/ash)