Microsoft kini memang sudah memiliki divisi ponsel Nokia. Tapi itu saja belum cukup, diperlukan produsen besar lainnya agar ekosistem Windows Phone 8 bisa terbentuk.
Nokia sendiri sebenarnya tidak membuat Windows Phone secara gratis. Sebelum dicaplok, kabarnya Microsoft memberikan subsidi sebesar USD 1 miliar atau setara Rp 12 triliun setiap tahun agar produsen asal Finlandia itu tetap membuat jajaran Lumia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Samsung, Microsoft juga memberikan insentif kepada Sony sebesar USD 500 juta, Huawei USD 600 juta dan USD 300 juta lainnya kepada perusahaan yang belum diketahui identitasnya.
Ya, demi menjaga ekosistem Windows Phone agar tetap tumbuh Microsoft memang harus bisa bekerja sama dengan vendor lain, tak cukup hanya mengandalkan Nokia. Tapi apa iya harus dengan cara seperti itu?
(eno/ash)